Dunia Hiperealitas

Latifah

Tak perlu ke Mekkah untuk mendapat gambar Kabah. Sejengkal langkahpun tak dibutuhkan untuk berburu diskon lebaran. Bahkan tak perlu bangku kuliah untuk mengenal apa itu kritik sastra. Hanya bermodalkan beberapa gigabyte paket data dan handphone (HP) untuk meraih semuanya.

Marshall McLuhan-lah yang pertama kali membahas tentang hiperealitas. Ia menulis pada 1964, konteks hari itu ialah perkembangan televisi dan komputer. McLuhan optimis pada kemajuan teknologi yang ia ramalkan akan tumbuh desa-desa global, tanpa sekat informasi.

Namun Jean Baudrillard yang kemudian melanjutkan ramalan McLuhan. Bahwa yang kemudian tercipta bukan sekadar desa global, melainkan desa hiperealitas. Continue reading