ANALSIS STRUKTURAL KARYA PERAIH NOBEL SASTRA TAHUN 2013

Nopriandi Saputra


The Nobel Prize in Literature atau Penghargaan Nobel Sastra merupakan hadiah kesusastraan yang paling bergengsi di dunia yang berawal dari kekecewaan Alfred Nobel (1933) terhadap penyalahgunaan dinamit hasil temuannya. Penghargaan ini diberikan kepada orang-orang yang berjasa dibidang perdamaian, sastra dan ilmu. Hadiah nobel yang berkaitan dengan kesusastraan mencakup puisi, roman, cerita pendek, esai, dan pidato/suara. Continue reading

Advertisements

 Dramawan Inggris: Harold Pinter, Peraih Nobel Sastra 2005

Naswati


Penghargaan tertinggi dari seorang sastrawan adalah Nobel dalam bidang sastra. Nobel merupakan penghargaan yang dibuat oleh Alfred Bernhard Nobel. Nobel prize pertama kali diberikan berdasarkan wasiat seorang Ilmuwan, kimiawan, insinyur, penemu dan industrialis yang berasal dari swedia yang bernama Alfred Bernhard Nobel. Ia lahir di Stockholm pada tanggal 21 Oktober 1833 dan meninggaal pada tanggal 10 Desember 1896. Hadiah Nobel diberikan setiap tahun untuk orang-orang yang mempunyai prestasi luar biasa di bidang ilmu pengetahuan, sastra dan untuk pelopor perdamaian dunia dan kepada mereka yang telah memberikan konstribusi besar terhadap kemajuan umat manusia seluruh dunia. Continue reading

PREDIKSI KARYA SASTRA PADA DEKADE 2020-AN : KAJIAN STRUKTURAL

Ganesa Sangga Buana


 

Terciptanya suatu karya sastra adalah sebuah olah diri dari seseorang. Mengumpulkan suatu rasa yang banyak untuk disatukan dan dituangkan dalam sebuah karya sastra. Karya yang bisa berupa puisi,prosa, dan lain-lain. Semua masing-masing memiliki karakter di didalamnya. Sama halnya seorang manusia yang diciptakan sebagai khalifah di dunia ini, sama-sama manusia tetapi berbeda-beda jalan hidupnya. Struktur ada sendiri-sendiri dalam setiap dirinya. Struktur penyusun yang membentuk kepribadian suatu hal. Sama halnya dengan karya sastra. Didalam nya terdapat unsur-unsur pembentuknya. Unsur yang akan membawa kemana arah karya sastra itu dibawa. Terstruktur akan menjadikan sebuah karya menjadi indah dan ajeg. Sehingga karya itu memiliki suatu keindahan tersendiri di dalamnya. Continue reading

Sisa Pengasingan dalam Karya-karya V.S. Naipaul

Mia Karnia Sari


Sejarah dan sastra selalu memiliki hubungan mesra dari zaman ke zaman. Keduanya begitu karib dan saling bersinggungan. Seperti yang diujarkan oleh Niduparas Erlang seorang cerpenis dan esais dalam sebuah topik diskusi, bahwa “sejarah dan sastra memiliki hubungan yang kompleks dan paradoksal. Keduanya tak pernah benar-benar berjauhan, sekaligus tak pernah benar-benar berlekatan.” Dikatakan demikian karena sejarah biasanya lahir dan hadir dari dorongan yang bersifat objektif, sedangkan sastra muncul dan berkembang dari kepentingan subjektif; sejarah mengungkap fakta degan sumber-sumber rujukan yang berisi data konkret, sedangkan sastra menciptakan suatu karya dengan latar fiksi yang sifatnya khayal dan imajinatif; sehingga nampaklah betapa sejarah dan sastra dibentengi oleh perbedaan yang amat mendasar. Continue reading

Sosok Tomas Gösta Tranströmer

Ummi Anisa


Segala hal yang di lakukan dunia ini –apalagi jika hal tersebut dapat mengubah dunia ke arah yang lebih baik, akan terasa lebih menyenangkan jika mendapatkan apresiasi. Salah satu dari apresiasi yang sangat ternama di dunia ialah penghargaan Nobel atau akrab disebut Nobel Prize. Penghargaan Nobel ini pun bermula pada sosok Alfred Bernhard Nobel, ia merupakan seorang ilmuwan Swedia yang berhasil menemukan penemuan besar bagi dunia, yakni dinamit. Berkat penemuannya tersebut, ia mendapatkan limpahan kekayaan yang begitu besar namun sangat disayangkan, penemuannya disalahgunakan sebagai senjata pemusnah oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Continue reading

Perempuan Sebagai Penyampai Teks Sastra

Kevin Ramadhan Bagaskara


Alice Ann Munro, lahir di Ontario, Kanada pada 10 Juli 1931. Usia 85 tahun tak menghentikan ia sebagai seorang penulis asal Kanada yang menerima Penghargaan Nobel Sastra pada tahun 2013. Munro dikenal sebagai penulis yang memberikan pengaruh dalam karya sastra, khususnya cerpen, bukan hanya di Kanada, tetapi juga di dunia internasional. Selain itu, ia juga menerima penghargaan Man Booker International Prize pada tahun 2009 dan merupakan pemenang tiga kali Penghargaan Gubernur Jenderal Kanada untuk kategori karya fiksi. Continue reading

NOBEL: APRESIASI ATAU MENGENANG?

Nita Oktaviya


Berbicara mengenai apresiasi, tentunya membahas mengenai timbal balik, eksistensi, dan pengakuan. Dalam dunia kesusasteraan misalnya, apresiasi timbul dari dua pihak yang saling memberi respon, artinya ada yang menulis karya sastra berarti sudah pasti ada yang membaca karya sastra tersebut. Pembaca itulah yang kemudian menjadi pihak pemberi apresiasi meskipun bentuk pengapresiasiannya berupa penikmat karya. Continue reading