Novel “Gadis Pantai” karya Pramoedya Ananta Toer dan Novel “Perempuan Di Titik Nol” karya Nawal El Sadawi sebagai Ulasan Sosok Perempuan

Mia Karnia Sari


Sastra dan perempuan adalah dua hal yang senantiasa beriringan, indah dan saling menggenapkan. Seperti hal mutlak mengawinkan sastra dengan perempuan. Terbukti dari tumpukan-tumpukan novel di seluruh dunia yang mengizinkan perempuan menjadi sosok yang banyak mendapat sorotan. Bukan sesuatu yang mudah dipungkiri bila pada akhirnya para novelis memilih perempuan untuk dibingkai manis dalam lembar-lembar tulisannya. Perempuan dapat dikatakan sebagai hiasan mahamegah dalam sebuah novel. Meski tidak semua novel menuliskan kemegahan sosok perempuan. Hal tersebut bukan serta merta akan menurunkan derajat martabat perempuan dalam masyarakat, sebab tulisan-tulisan yang menyebut perempuan sebagai tokoh utama memiliki makna yang lebih mulia. Merepresentasikan kehidupan seorang perempuan hingga pembelaan terhadap hak-hak dan kemerdekaan perempuan, misalnya. Continue reading

Advertisements

PERLAWANAN OLEH PEREMPUAN TERHADAP PENINDASAN DALAM NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA A.T DAN PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL SAADAWI

Ibnu Hafizh Baihaqi

           


            Sebuah karya sastra, adalah sebuah seni dimana penikmat karya sastra disebut pembaca. Dalam sebuah karya sastra, dipastikan terdapat konflik yang menjadikan karya itu lebih menarik ketika dibaca. Dalam tulisan ini, saya ingin mengulas konflik dalam dua novel yang menurut saya sangat luar biasa yaitu Gadis Pantai dan Perempuan di Titik Nol. Continue reading

Genderisasi Pada Novel Gadis Pantai dan Perempuan di Titik Nol

Kevin Ramadhan Bagaskara


Bumi telah menjadi tempat dimana makhluk-makhluk tuhan bermukim. Yang paling utama adalah manusia. Peradaban manusia diawali dengan kehadiran sosok manusia yang bernama Adam dan Hawa dan pada saat itu pun manusia digolongkan menjadi dua jenis, yaitu laki-laki dan perempuan. Kehadiran laki-laki-dan perempuan telah menjadi perbedaan yang krusial dalam eksistensi manusia. Dalam kisahnya juga diceritakan bagaimana anak adam berseteru memperebutkan saudara perempuannya sendiri yang berujung pada kematian. Kisah tersebut mencerminkan bahwa laki-laki mempunyai kuasayang lebih kuat dibandingkan perempuan. Perempuan menjadi objek dari lahirnya kekuatan laki-laki. Akan tetapi, keistimewaan perempuan dibalik berkuasanya laki-laki yaitu mereka dapat memanipulasi kekuatan yang dilimpahkan kepada perempuan. Mereka dapat menjadikan laki-laki menjadi boneka untuk perempuan Hasrat laki-laki yang dalam terhadap perempuan memang telah menjadi hak veto untuk kaum laki-laki yang pasti berlanjut sampai mereka menurunkannya pada keturunan selanjutnya. Hidup manusia terpisah oleh gender baik dari tingkah laku, budaya, peranan, maupun tanggung jawab mereka terhadap masyarakat. Continue reading

PEREMPUAN SEBAGAI OBJEK KEKERASAN DALAM NOVEL PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER DAN NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL-SAADAWI

Ganesa Sangga Buana


Seorang perempuan akan terikat dalam suatu patriarki apabila sudah menikah. Segalanya menjadi serba terbatas dan dibawah komando suaminya. Dikaji dalam teori feminisme. Menurut Gerda Lerner (1986 : 236), terdapat beberapa definisi mengenai istilah feminisme. Diantaranya, (a) feminisme adalah sebuah doktrin yang menyokong hak-hak sosial dan politik yang setara bagi perempuan; (b) menyusun suatu deklarasi perempuan sebagai sebuah kelompok dan sejumlah teori yang telah diciptakan oleh perempuan; (c) kepercayaan pada perlunya perubahan sosial yang luas yang berfungsi untuk meningkatkan daya perempuan. Continue reading

Penindasan terhadap Ketidakberdayaan Perempuan dalam novel Gadis Pantai dan Perempuan di Titik Nol

Bismo Pratomo Y.

 

Wanita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang lemah lembut dan harus kita lindungi. Tapi banyak dari mereka yang tidak mendapat perlakuan yang layak dan tertindas. Mereka dilukai dan hanya dimanfaatkan sebagai pemuas nafsu belaka atau mungkin alat pembuat keturunan. Setelah mereka tidak berguna lagi, mereka pun dibuang begitu saja. Dalam karya sastra berikut ini juga menceritakan tentang wanita-wanita yang tertindas karena ketidakberdayaannya. Continue reading

KRITIK SOSIAL YANG SANGAT PEDAS DARI DUA KARYA SASTRA

Agustiana Fajri


Berbicara tentang karya sastra memang tidak pernah membosankan. Karya sastra yang lahir bukan dari langit selalu menyuguhkan hal menarik untuk di tafsir, dalam kesempatan kali ini kita akan membandngkan dua karya sastra dari dua penulis yang berusaha mengangkat feminismi dalam karyanya tersebut. Continue reading

PEREMPUAN DI NEGARA BERKEMBANG

Nita Oktaviya


Berbicara mengenai karya sastra yang ada di dunia, kerap kali kita jumpai hal-hal serupa yang terjadi di negara yang satu maupun dengan negara lainnya. Terutama di negara-negara berkembang, pastilah mengalami situasi yang sama, pengalaman yang sama, dan tantangan yang sama. Sebab keberadaan karya sastra tidak lain sebagai cerminan masyarakat yang ada di suatu tempat. Apalagi jika sebuah karya sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa, tentunya menjadi konsumsi banyak orang sehingga mampu diintrepretasi sedemikian rupa. Continue reading