Mental yang Terpuruk dalam Selir Klindet

Ganesa Sangga Buana

            Sastra adalah ungkapan atau curahan apa yang terbesit dalam hati kita. Berupa novel,puisi,cerpen,ataupun naskah drama. Kadang kita tidak sadar dalam membuat suatu karya. Kebetulan karena hati dengan suasana yang pas akan melahirkan suatu bentuk karya sastra. Sastra lahir disebabkan dorongan dasar manusia untuk menaruh minat terhadap masalah manusia dan kemanusiaan. Lebih terfokus dalam dunia realitas yang kadang kita imaji kan. Karya sastra merupakan karya seni, mediumnya bahasa, dan isinya tentang manusia dan kemanusian ( Zulkarnaini, 2008: 2). Continue reading

Dunia Hiperealitas

Latifah

Tak perlu ke Mekkah untuk mendapat gambar Kabah. Sejengkal langkahpun tak dibutuhkan untuk berburu diskon lebaran. Bahkan tak perlu bangku kuliah untuk mengenal apa itu kritik sastra. Hanya bermodalkan beberapa gigabyte paket data dan handphone (HP) untuk meraih semuanya.

Marshall McLuhan-lah yang pertama kali membahas tentang hiperealitas. Ia menulis pada 1964, konteks hari itu ialah perkembangan televisi dan komputer. McLuhan optimis pada kemajuan teknologi yang ia ramalkan akan tumbuh desa-desa global, tanpa sekat informasi.

Namun Jean Baudrillard yang kemudian melanjutkan ramalan McLuhan. Bahwa yang kemudian tercipta bukan sekadar desa global, melainkan desa hiperealitas. Continue reading

Mencari Realitas dalam Absurditas Semusim Lagi

Zahra Salsabila

Pengantar

Karya sastra yang selama ini turut meramaikan kehidupan kita, tentunya memiliki beberapa fungsi lain yang lebih penting daripada sekadar hiburan, seperti yang dikutip dari Amriyan Sukardi dalam sastrawan.web.id. Selain untuk mengkomunikasikan ide-ide atau menyalurkan pikiran dan perasaan dari pembuat estetika manusia, dalam karya sastra juga ada deskripsi peristiwa, gambaran psikologis, dan pemecahan masalah jangkauan dinamis. Hal ini dapat menjadi sumber ide dan inspirasi bagi pembaca. Konflik dan tragedi yang digambarkan dalam karya sastra untuk memberikan kesadaran kepada pembaca bahwa ini bisa saja terjadi dalam kehidupan nyata dan dialami langsung oleh pembaca. Kesadaran yang membentuk semacam kesiapan batin untuk mengatasi kondisi sosial yang berlaku dalam masyarakat. Continue reading

BUDAYA PATRIARKI DALAM NOVEL LELAKI HARIMAU KARYA EKA KURNIAWAN

Ummi Anisa

Berbicara mengenai karya sastra tentunya tak akan luput dari unsur kebudayaan dan era sosial yang melingkupinya. Sastra tidak hanya dijadikan sebagai sarana mengapresiasikan seni menulis, lebih dari itu: karya sastra –dalam hal ini prosa, merupakan wadah dalam merefleksikan isu-isu sosial dari kehidupan masyarakat pada suatu masa melalui kisah fiksi Continue reading

KRITIK SOSIAL DALAM CERPEN GINCU INI MERAH SAYANG DAN PENAFSIR KEBAHAGIAAN KUMPULAN CERPEN PEREMPUAN PATAH HATI YANG KEMBALI MENEMUKAN CINTA MELALUI MIMPI KARYA EKA KURNIAWAN

Riska Yuvista

 Karya sastra dikenal dalam dua bentuk, yaitu fiksi dan nonfiksi. Jenis karya sastra fiksi adalah prosa, puisi, dan drama. Sedangkan contoh karya sastra nonfiksi adalah biografi, autobiografi, esai, dan kritik sastra. Menurut Suroto, roman terbentuk atas pengembangan seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut. Karya sastra kerapkali dipergunkan sebagai media pengungkap pesan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca, hal ini disebut dengan Model. Model adalah bentuk dari sebuah wacana. Model juga sering dipahami sebgai pola atau pakem yang kerap kali dijadikan sebagai pola dari gagasan yang hendak disampaikan. Continue reading

Representasi Tuhan dalam Novel Semua Ikan di Langit

Ria T. R.

 

“Orang-orang yang percaya bahwa ia bisa menemukan penjelasan di balik keajaiban mungkin tidak percaya ‘keajaiban’ itu ada sama sekali.” (Semua Ikan di Langit, hal. 162)

Karya sastra dilahirkan dari pemikiran dan imajinasi yang diekspresikan seorang pengarang. Pegarang berusaha menyampaikan pengalaman, perasaan, ide, dan pemikirannya. Karya sastra yang mudah dipahami dan digemari adalah prosa yang biasa disebut fiksi. Fiksi dikenal dengan kisah khayalan, imajinatif, bersifat rekaan yang bertujuan memberikan hiburan. Continue reading