BUDAYA PATRIARKI DALAM NOVEL LELAKI HARIMAU KARYA EKA KURNIAWAN

Ummi Anisa

Berbicara mengenai karya sastra tentunya tak akan luput dari unsur kebudayaan dan era sosial yang melingkupinya. Sastra tidak hanya dijadikan sebagai sarana mengapresiasikan seni menulis, lebih dari itu: karya sastra –dalam hal ini prosa, merupakan wadah dalam merefleksikan isu-isu sosial dari kehidupan masyarakat pada suatu masa melalui kisah fiksi Continue reading

Advertisements

KRITIK SOSIAL DALAM CERPEN GINCU INI MERAH SAYANG DAN PENAFSIR KEBAHAGIAAN KUMPULAN CERPEN PEREMPUAN PATAH HATI YANG KEMBALI MENEMUKAN CINTA MELALUI MIMPI KARYA EKA KURNIAWAN

Riska Yuvista

 Karya sastra dikenal dalam dua bentuk, yaitu fiksi dan nonfiksi. Jenis karya sastra fiksi adalah prosa, puisi, dan drama. Sedangkan contoh karya sastra nonfiksi adalah biografi, autobiografi, esai, dan kritik sastra. Menurut Suroto, roman terbentuk atas pengembangan seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut. Karya sastra kerapkali dipergunkan sebagai media pengungkap pesan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca, hal ini disebut dengan Model. Model adalah bentuk dari sebuah wacana. Model juga sering dipahami sebgai pola atau pakem yang kerap kali dijadikan sebagai pola dari gagasan yang hendak disampaikan. Continue reading

Cerpen Geriliya Kota karya Eka Kurniawan dan Matinya seorang Demonstran karya Agus Noor : Kajian Intertekstual

Putera Sukindar

 

Dalam membaca karya sastra penulis kerap mendapati sebuah kesamaan, seperti misalnya motif dalam cerita, yang ada di dalam karya pengarang lain. Hal ini penulis rasakan ketika membaca cerpen milik Agus Noor yang berjudul Matinya seorang Demonstran, yang memiliki kesamaan dengan cerpen Geriliya Kota karya Eka Kurniawan. Continue reading