SUBALTERN DALAM TOKOH UTAMA LIFE & TIMES OF MICHAEL K KARYA J.M COETZEE

MUHAMMAD PUTERA SUKINDAR


LATAR BELAKANG

Karya sastra merupakan rekaman kebudayaan yang merupakan perwujudan perasaan dan pemikiran tentang masalah-masalah kemanusiaan dan budaya. Masalah yang diungkapkan oleh pengarang, dibuat dalam satu kesatuan yang kompleks berupa karya sastra dengan bahasa sebagai media penyampaiannya. Dalam perkembangannya, karya sastra dibagi menjadi 3 cabang, yaitu prosa (epik), lirik (puisi), dan drama yang memiliki ciri khasnya masing-masing. Continue reading

BUKU BUKU YANG “MUNGKIN” TERBAIK DI ABAD 21 ?

FEBRI IRDIAN


Dalam berbagai hal kata terbaik atau menjadi yang terbaik , memiliki peran tersendiri , dalam sebuah acara penghargaan, entah itu hanya sebagai bentuk retorika belaka  dan perayaan semu bagi kita yang mengganggapnya skeptis, atau pemenangnya telah di atur bagi kita yang antipati terhadap acara tersebut, namun tidak adil bukan , jika kita tidak melihatnya dari segi yang berlawanan, mungkin saja ada hal positif yang bisa kita dapat , entah itu kita bisa membahas kenapa ia bisa menang, bagaimana, dan mengapa? Continue reading

PREDIKSI KARYA SASTRA PADA DEKADE 2020-AN : KAJIAN STRUKTURAL

Ganesa Sangga Buana


 

Terciptanya suatu karya sastra adalah sebuah olah diri dari seseorang. Mengumpulkan suatu rasa yang banyak untuk disatukan dan dituangkan dalam sebuah karya sastra. Karya yang bisa berupa puisi,prosa, dan lain-lain. Semua masing-masing memiliki karakter di didalamnya. Sama halnya seorang manusia yang diciptakan sebagai khalifah di dunia ini, sama-sama manusia tetapi berbeda-beda jalan hidupnya. Struktur ada sendiri-sendiri dalam setiap dirinya. Struktur penyusun yang membentuk kepribadian suatu hal. Sama halnya dengan karya sastra. Didalam nya terdapat unsur-unsur pembentuknya. Unsur yang akan membawa kemana arah karya sastra itu dibawa. Terstruktur akan menjadikan sebuah karya menjadi indah dan ajeg. Sehingga karya itu memiliki suatu keindahan tersendiri di dalamnya. Continue reading

Sisa Pengasingan dalam Karya-karya V.S. Naipaul

Mia Karnia Sari


Sejarah dan sastra selalu memiliki hubungan mesra dari zaman ke zaman. Keduanya begitu karib dan saling bersinggungan. Seperti yang diujarkan oleh Niduparas Erlang seorang cerpenis dan esais dalam sebuah topik diskusi, bahwa “sejarah dan sastra memiliki hubungan yang kompleks dan paradoksal. Keduanya tak pernah benar-benar berjauhan, sekaligus tak pernah benar-benar berlekatan.” Dikatakan demikian karena sejarah biasanya lahir dan hadir dari dorongan yang bersifat objektif, sedangkan sastra muncul dan berkembang dari kepentingan subjektif; sejarah mengungkap fakta degan sumber-sumber rujukan yang berisi data konkret, sedangkan sastra menciptakan suatu karya dengan latar fiksi yang sifatnya khayal dan imajinatif; sehingga nampaklah betapa sejarah dan sastra dibentengi oleh perbedaan yang amat mendasar. Continue reading

SASTRA DUNIA, SASTRA NASIONAL DAN SASTRA LOKAL

Arry Dwi Prasetyo


Sastra adalah sebuah karya cipta yang berasal dari dalam pikiran manusia yang dituangkan melalui alat yang bernama bahasa dan disalurkan melalui lisan maupun tulisan. Walaupun sastra sendiri masih belum mempunyai tempat khusus bagi masyarakat luas, kita sebagai manusia tidak bisa lepas dari sastra itu sendiri, dengan kata lain sastra seperti telah menyatu dengan kita. Kita pasti pernah membaca sebuah karya sastra, baik koran, cerpen, novel, puisi bahkan yang lainnya. Dan di dalam alam bawah sadar, kita pasti mempunyai hasrat yang terpendam untuk menciptakan sebuah karya sastra itu sendiri. Continue reading

Relevansi Kehidupan Toleransi Beragama Saat Ini Pada Bangsa Turki Dalam Novel Salju Karya Orhan Pamuk

Nicko P.


Membaca adalah sebuah keharusan, yang membuat kita berpikir lebih dalam; Bagaimana bisa? Kenapa seperti itu? Mengapa bisa? Untuk apa semua itu? Kapan kejadian itu bermula? Di mana tempatnya? Beberapa pertanyaan yang mengharuskan kita menggunakan rujukan kalimat tanya 5W+1H. Kita tidak ingin membahas itu, sebab kita akan melihat bagaimana ciamiknya karya Orhan Pamuk, yang mendapatkan raihan nobel pada tahun 2006. Karya-karya yang termahsyur, menjadi sebuah pra-anggapan untuk dibahas secara mana suka. Continue reading