Mencari Realitas dalam Absurditas Semusim Lagi

Zahra Salsabila

Pengantar

Karya sastra yang selama ini turut meramaikan kehidupan kita, tentunya memiliki beberapa fungsi lain yang lebih penting daripada sekadar hiburan, seperti yang dikutip dari Amriyan Sukardi dalam sastrawan.web.id. Selain untuk mengkomunikasikan ide-ide atau menyalurkan pikiran dan perasaan dari pembuat estetika manusia, dalam karya sastra juga ada deskripsi peristiwa, gambaran psikologis, dan pemecahan masalah jangkauan dinamis. Hal ini dapat menjadi sumber ide dan inspirasi bagi pembaca. Konflik dan tragedi yang digambarkan dalam karya sastra untuk memberikan kesadaran kepada pembaca bahwa ini bisa saja terjadi dalam kehidupan nyata dan dialami langsung oleh pembaca. Kesadaran yang membentuk semacam kesiapan batin untuk mengatasi kondisi sosial yang berlaku dalam masyarakat. Continue reading

Advertisements

BUDAYA PATRIARKI DALAM NOVEL LELAKI HARIMAU KARYA EKA KURNIAWAN

Ummi Anisa

Berbicara mengenai karya sastra tentunya tak akan luput dari unsur kebudayaan dan era sosial yang melingkupinya. Sastra tidak hanya dijadikan sebagai sarana mengapresiasikan seni menulis, lebih dari itu: karya sastra –dalam hal ini prosa, merupakan wadah dalam merefleksikan isu-isu sosial dari kehidupan masyarakat pada suatu masa melalui kisah fiksi Continue reading

KRITIK SOSIAL DALAM CERPEN GINCU INI MERAH SAYANG DAN PENAFSIR KEBAHAGIAAN KUMPULAN CERPEN PEREMPUAN PATAH HATI YANG KEMBALI MENEMUKAN CINTA MELALUI MIMPI KARYA EKA KURNIAWAN

Riska Yuvista

 Karya sastra dikenal dalam dua bentuk, yaitu fiksi dan nonfiksi. Jenis karya sastra fiksi adalah prosa, puisi, dan drama. Sedangkan contoh karya sastra nonfiksi adalah biografi, autobiografi, esai, dan kritik sastra. Menurut Suroto, roman terbentuk atas pengembangan seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut. Karya sastra kerapkali dipergunkan sebagai media pengungkap pesan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca, hal ini disebut dengan Model. Model adalah bentuk dari sebuah wacana. Model juga sering dipahami sebgai pola atau pakem yang kerap kali dijadikan sebagai pola dari gagasan yang hendak disampaikan. Continue reading

Representasi Tuhan dalam Novel Semua Ikan di Langit

Ria T. R.

 

“Orang-orang yang percaya bahwa ia bisa menemukan penjelasan di balik keajaiban mungkin tidak percaya ‘keajaiban’ itu ada sama sekali.” (Semua Ikan di Langit, hal. 162)

Karya sastra dilahirkan dari pemikiran dan imajinasi yang diekspresikan seorang pengarang. Pegarang berusaha menyampaikan pengalaman, perasaan, ide, dan pemikirannya. Karya sastra yang mudah dipahami dan digemari adalah prosa yang biasa disebut fiksi. Fiksi dikenal dengan kisah khayalan, imajinatif, bersifat rekaan yang bertujuan memberikan hiburan. Continue reading

Cerpen Geriliya Kota karya Eka Kurniawan dan Matinya seorang Demonstran karya Agus Noor : Kajian Intertekstual

Putera Sukindar

 

Dalam membaca karya sastra penulis kerap mendapati sebuah kesamaan, seperti misalnya motif dalam cerita, yang ada di dalam karya pengarang lain. Hal ini penulis rasakan ketika membaca cerpen milik Agus Noor yang berjudul Matinya seorang Demonstran, yang memiliki kesamaan dengan cerpen Geriliya Kota karya Eka Kurniawan. Continue reading