PEREMPUAN SEBAGAI OBJEK KEKERASAN DALAM NOVEL PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER DAN NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL-SAADAWI

Ganesa Sangga Buana


Seorang perempuan akan terikat dalam suatu patriarki apabila sudah menikah. Segalanya menjadi serba terbatas dan dibawah komando suaminya. Dikaji dalam teori feminisme. Menurut Gerda Lerner (1986 : 236), terdapat beberapa definisi mengenai istilah feminisme. Diantaranya, (a) feminisme adalah sebuah doktrin yang menyokong hak-hak sosial dan politik yang setara bagi perempuan; (b) menyusun suatu deklarasi perempuan sebagai sebuah kelompok dan sejumlah teori yang telah diciptakan oleh perempuan; (c) kepercayaan pada perlunya perubahan sosial yang luas yang berfungsi untuk meningkatkan daya perempuan. Continue reading

Advertisements

Penindasan terhadap Ketidakberdayaan Perempuan dalam novel Gadis Pantai dan Perempuan di Titik Nol

Bismo Pratomo Y.

 

Wanita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang lemah lembut dan harus kita lindungi. Tapi banyak dari mereka yang tidak mendapat perlakuan yang layak dan tertindas. Mereka dilukai dan hanya dimanfaatkan sebagai pemuas nafsu belaka atau mungkin alat pembuat keturunan. Setelah mereka tidak berguna lagi, mereka pun dibuang begitu saja. Dalam karya sastra berikut ini juga menceritakan tentang wanita-wanita yang tertindas karena ketidakberdayaannya. Continue reading

KRITIK SOSIAL YANG SANGAT PEDAS DARI DUA KARYA SASTRA

Agustiana Fajri


Berbicara tentang karya sastra memang tidak pernah membosankan. Karya sastra yang lahir bukan dari langit selalu menyuguhkan hal menarik untuk di tafsir, dalam kesempatan kali ini kita akan membandngkan dua karya sastra dari dua penulis yang berusaha mengangkat feminismi dalam karyanya tersebut. Continue reading

PEREMPUAN DI NEGARA BERKEMBANG

Nita Oktaviya


Berbicara mengenai karya sastra yang ada di dunia, kerap kali kita jumpai hal-hal serupa yang terjadi di negara yang satu maupun dengan negara lainnya. Terutama di negara-negara berkembang, pastilah mengalami situasi yang sama, pengalaman yang sama, dan tantangan yang sama. Sebab keberadaan karya sastra tidak lain sebagai cerminan masyarakat yang ada di suatu tempat. Apalagi jika sebuah karya sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa, tentunya menjadi konsumsi banyak orang sehingga mampu diintrepretasi sedemikian rupa. Continue reading

Teruntuk Wanita yang Aduhai Untuk Dicinta; Akan Pantai dan Kota

Nicko Pratama Suhendar


  1. Gadis Pantai yang Membuat Cinta Akan Parasnya

Sejarah memang aduhai untuk dicari kebenarannya. Dan begitu pula sastra, yang di dalamnya berisi tulisan-tulisan indah untuk dinikmati secara bijak dan dewasa. Namun, sebuah kesusastraan yang menuliskan sebuah cerita, dengan objek sejarah yang dituliskan secara aduhai, maka ─ maka begitu nikmat, untuk dibaca dan dinikmati. Continue reading

Reaksi Penindasan Pada Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer Dan Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal El-Saadawi

Ilham Fauzie


Perempuan merupakan hal yang tak pernah luput untuk dibahas, baik dalam bidang sosial politik, ekonomi, agama, budaya sampai sastra. Dari sekian banyak sajian, perempuan menjadi salah satu sajian yang tidak akan ada habisnya diperbincangkan dalam sebuah karya sastra. Perempuan menjadi tema-tema dari sebagian besar karya sastra yang ada di dunia. Dalam sejarah sastra Indonesia, keberadaan perempuan memiliki pengaruh sebagai salah satu pilihan tema yang paling banyak dipilih sebagai karya sastra terutama dalam bentuk cerpen, roman dan novel. Karya sastra tersebut banyak mengangkat kisah-kisah yang diperankan oleh perempuan. Continue reading

Perlawanan terhadap Patriarki dalam Novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer dan Novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi

Zahra Salsabila


Sosok wanita memang boleh jadi memiliki pemikiran yang rumit untuk dipahami. Walaupun wanita terkesan lemah lembut dan patuh terhadap aturan-aturan yang membelenggunya, namun hal tersebut dilakukan semata-mata hanya karena mereka tidak memiliki cukup keberanian untuk melawan aturan-aturan tersebut atau yang dapat dikatakan sebagai penindasan. Dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer dan novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi, yang walaupun temanya sangat jauh berbeda, namun memiliki tokoh utama wanita yang dominan dalam mengungkapkan jalan pikirannya dan juga kemauan yang kuat untuk mengubah hidupnya. Salah satu cara yang ditempuh para tokoh utama wanita tersebut adalah dengan melawan segala bentuk penindasan yang terjadi dalam kehidupan mereka. Continue reading