Bukan Sekadar Biologis atau Pertentangan Kelas

Latifah


Katanya, Tuhan menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan. Sebagaimana siang dengan malam, laki-laki dengan perempuan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pasangan bisa berarti pelengkap bagi yang lain. Siang dengan mataharinya dan malam dengan bulannya saling melengkapi satu sama lain. Begitu pula yang terjadi antara laki-laki dan perempuan, seharusnya. Setidaknya begitu sebelum membaca sebuah literatur yang mengutip perkataan Aristoteles. Bahwa perempuan ialah laki-laki yang tidak sempurna. Sungguh kalimat yang cukup membuat tidur tidak nyenyak, khususnya bagi mereka yang merasa bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama. Pada kasus ini disebut feminis. Continue reading

Advertisements

REALITAS PATRIARKI “KEBABLASAN”

FEBRI IRIDAN


 

Karya sastra tidak jatuh begitu saja dari langit, banyak faktor yang membuat karya sastra itu memiliki nilai estetika tersendiri yang di bangun dan di buat oleh penulis nya, salah satu faktor penting ialah kehidupan masyarakat sekitar yang di alami penulis dan ideologi penulis itu sendiri, sehingga karya sastra yang kali ini berbentuk novel tersebut bukan saja hiburan semata namun memiliki nilai-nilai tersembunyi yang diharapkan sang penulis di pahami secara tersirat oleh pembaca. Continue reading

Tentang Perempuan Di Titik Nol Dan Gadis Pantai

Ria T. R.

 


            Perihal wanita memang tidak akan pernah habisnya untuk dibicarakan, termasuk dalam karya sastra, sama seperti tema cinta karena kedua hal yang berbeda tersebut adalah bagian dari kehidupan. Peranan seorang wanita pada zaman yang modern ini tentu sudah berbeda dengan apa yang dipaparkan oleh Pramudya Ananta Toer penulis novel Gadis Pantai. Kata pengantar novel ini mengatakan bahwa Gadis Pantai adalah bagian pertama dari trilogi yang tidak lengkap. Maksudnya tidak lengkap adalah, dua buku terakhir tidak pernah terbit karena pencekalan oleh pemerintah pada zaman itu. Meskipun begitu novel ini tidak kehilangan keistimewaannya. Continue reading

Penindasan Seorang Perempuan Akibat Kesenjangan Sosial dan Kedudukan Strata Sosial Yang Rendah

Nopriandi Saputra

 


Karya sastra merupakan buah hasil pemikiran dan imajinasi dari seseorang. Salah satu karya sastra yang memakan banyak waktu untuk penyelesaiannya ialah novel. Kebanyakan  pengarang membuat sebuah novel tidak akan selesai pada jangka waktu yang dekat, ada yang mencapai tahunan untuk membuat sebuah novel, bahkan untuk membuat sebuah novel seorang pengarang bisa sampai harus berada ditempat tidak biasa supaya semua pemikiran dan imajinasinya ikut keluar. Salah satunya ialah novel yang saya akan bahas ini. Continue reading

Novel “Gadis Pantai” karya Pramoedya Ananta Toer dan Novel “Perempuan Di Titik Nol” karya Nawal El Sadawi sebagai Ulasan Sosok Perempuan

Mia Karnia Sari


Sastra dan perempuan adalah dua hal yang senantiasa beriringan, indah dan saling menggenapkan. Seperti hal mutlak mengawinkan sastra dengan perempuan. Terbukti dari tumpukan-tumpukan novel di seluruh dunia yang mengizinkan perempuan menjadi sosok yang banyak mendapat sorotan. Bukan sesuatu yang mudah dipungkiri bila pada akhirnya para novelis memilih perempuan untuk dibingkai manis dalam lembar-lembar tulisannya. Perempuan dapat dikatakan sebagai hiasan mahamegah dalam sebuah novel. Meski tidak semua novel menuliskan kemegahan sosok perempuan. Hal tersebut bukan serta merta akan menurunkan derajat martabat perempuan dalam masyarakat, sebab tulisan-tulisan yang menyebut perempuan sebagai tokoh utama memiliki makna yang lebih mulia. Merepresentasikan kehidupan seorang perempuan hingga pembelaan terhadap hak-hak dan kemerdekaan perempuan, misalnya. Continue reading

PERLAWANAN OLEH PEREMPUAN TERHADAP PENINDASAN DALAM NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA A.T DAN PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL SAADAWI

Ibnu Hafizh Baihaqi

           


            Sebuah karya sastra, adalah sebuah seni dimana penikmat karya sastra disebut pembaca. Dalam sebuah karya sastra, dipastikan terdapat konflik yang menjadikan karya itu lebih menarik ketika dibaca. Dalam tulisan ini, saya ingin mengulas konflik dalam dua novel yang menurut saya sangat luar biasa yaitu Gadis Pantai dan Perempuan di Titik Nol. Continue reading

Genderisasi Pada Novel Gadis Pantai dan Perempuan di Titik Nol

Kevin Ramadhan Bagaskara


Bumi telah menjadi tempat dimana makhluk-makhluk tuhan bermukim. Yang paling utama adalah manusia. Peradaban manusia diawali dengan kehadiran sosok manusia yang bernama Adam dan Hawa dan pada saat itu pun manusia digolongkan menjadi dua jenis, yaitu laki-laki dan perempuan. Kehadiran laki-laki-dan perempuan telah menjadi perbedaan yang krusial dalam eksistensi manusia. Dalam kisahnya juga diceritakan bagaimana anak adam berseteru memperebutkan saudara perempuannya sendiri yang berujung pada kematian. Kisah tersebut mencerminkan bahwa laki-laki mempunyai kuasayang lebih kuat dibandingkan perempuan. Perempuan menjadi objek dari lahirnya kekuatan laki-laki. Akan tetapi, keistimewaan perempuan dibalik berkuasanya laki-laki yaitu mereka dapat memanipulasi kekuatan yang dilimpahkan kepada perempuan. Mereka dapat menjadikan laki-laki menjadi boneka untuk perempuan Hasrat laki-laki yang dalam terhadap perempuan memang telah menjadi hak veto untuk kaum laki-laki yang pasti berlanjut sampai mereka menurunkannya pada keturunan selanjutnya. Hidup manusia terpisah oleh gender baik dari tingkah laku, budaya, peranan, maupun tanggung jawab mereka terhadap masyarakat. Continue reading