Kapitalis dan Rupa-rupa Hegemoninya

Oleh: Latifah

Bicara Marx dan karyanya bukan lagi sebatas politik, tapi juga sastra

Membicarakan  Marxis saat ini masih membuat segelintir kelompok ketar-ketir. Contohnya di beberapa Universitas di Yogyakarta yang terpaksa membatalkan rencana menonton dan diskusi bersama film Senyap. Hal ini dikarenakan adanya represif baik dari pihak internal kampus maupun dari organsasi masyarakat yang berdalih kekhawatiran kembali bangkitnya komunisme di Indonesia. Padahal bicara tentang sosok Karl Marx dan ideologinya tidak sebatas hanya lingkup pergerakan politik saja.

Seperti acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia angkatan 2014 pada 10 Mei 2016. Dalam rangka memperingati hari lahir Marx yang jatuh pada 5 Mei, digelarlah diskusi ilmiah yang mengambil tajuk “Marxisme dan Sastra”. Diskusi yang menghadirkan  empat mahasiswa sebagai pembicara ini diikuti kira-kira 50 mahasiswa dari berbagai jurusan.

Sebagaimana tema besarnya, diskusi diawali dengan napak tilas sejarah sastra khususnya aliran realisme sosial yang coraknya mulai muncul di era kolonial Belanda. Aliran realisme sosial ini erat kaitannya dengan ideologi Marxis. Yogo Harsaid, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia menyebut Tirto Adhisoerjo sebagai yang penulis yang akrab dengan isu kondisi pribumi.

Kemudian muncul Marco dan Semaoen, dua tokoh pergerakan yang dikenal rajin menuliskan penderitan pribumi. Tulisan inilah yang kemudian mengantar mereka ke beberapa penjara kolonial. Namun hal tersebut tak lantas meredam hasrat menulis mereka. Ketika jurnalisme telah bungkam, mereka memilih sastra sebagai alternatif.

Continue reading

Seminar Nasional “Marxisme dan Sastra”

marxisme dan sastra

marxisme dan sastra

Acaranya Apa?

Memperingati hari lahir Karl Marx yang ke-198, Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta mempersembahkan:

Seminar Nasional dengan tajuk “Marxisme dan Sastra”

Kapan Pelaksanaannya?

Hari/tanggal: Selasa, 10 Mei 2016

Waktu: 13.00 WIB

Siapa Pemakalah Utamanya?

  • Harsaid Yogo (Peneliti Tirto Adisoerjo)
  • Nicko Pratama Suhendar
  • M. Putera Sukindar
  • Faisal Fathur Rahman

Bergabung Bersama Kami Menjadi Pemakalah!

Tema-temanya:

  • Tumbuh dan matinya komunisme di Indonesia
  • Realisme sosialisme pada masa pergerakan
  • Post-marxisme dalam budaya kotemporer
  • Neo-marxisme dalam ilmu humaniora
  • Kritik terhadap pemikiran Karl Marx

Syaratnya:

  • Makalah yang diterima adalah makalah yang sesuai dengan tema yang telah dicanangkan
  • Makalah terdiri atas judul abstrak, pengantar, masalah, hasil, rekomendasi, dan daftar pustaka
  • Makalah ditulis kaidah ilmiah yang mengacu pada panduan APA (American Psycology Assosiation)
  • Dikirim paling lambat 30 April 2016 ke alamat email marxismedansastra@gmail.com
  • Berkontribusi sebesar Rp 200,000 untuk dalam negeri, dan 20$ untuk pemakalah luar negeri.

Segera Selamatkan Kesempatan Anda!

Daftarkan diri segera ke nomor 087738880457 (Ulya Yurifta).

Kontribusi untuk peserta Rp 150,000

*Semua pembayaran ditransfer ke rekening BCA 3101973521 (a.n Ulya Yurifta)

Acara ini didukung oleh:

Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia

Universitas Negeri Jakarta

Asosiasi Pendidik Bahasa dan Sastra Indonesia

Mata Kuliah Sosiologi Sastra