LATIFAH

(2125142208 – Sastra Indonesia)

Selanjutnya yang dibahas dalam kewarganegaraan ialah identitas nasional. Di mana suatu negara sudah pasti memiliki identitasnya masing-masing. Mulai dari suku, bahasa, lagu kebangsaaan, hingga bendera.

Kali ini saya tidak ingin membahas apa yang dimaksud identitas secara harfiah maupun terminologi. Sebab saya sendiri tersesat oleh pengertian KBBI yang hanya menyebut identitas sebagai jati diri. Saya rasa saya masih kurang membaca banyak terkait jati diri bangsa.

Saya justru tergelitik untuk membahas bagaimana sebuah identitas tak lepas dari sekadar komoditas belaka. Semakin spesifik suatu identitas, maka terdapat nilai jual di sana. Sebenarnya tidak hanya identitas, nasionalisme pun menjadi jargon dagang yang sangat laris.

Tentu kita sangat akrab dengan iklan dua orang paruh baya di layar kaca yang berkata ‘cintailah ploduk-ploduk Indonesia’ (kebetulan bintang iklannya cadel). Seolah dengan membeli produk mereka, kita sudah menjadi seorang nasionalis yang hakiki.

Selain itu di kalangan pemuda juga cukup terkenal brand clothing milik VJ Daniel Mananta, Damn I Love Indonesia.

Di sisi ini, saya melihat identitas kebangsaan menjadi sebuah merk dagang yang menggiurkan. semakin banyak orang yang mengonsumsi simbol-simbol yang dapat memberi mereka citra akan nasionalisme.

Sampai sini, kemudian saya berpikir, untuk apa identitas? Tentu identitas yang saya maksudkan bukan sesuatu yang terlahir atau fisik. Selama ini, terutama di kalangan anak muda, kita kerap mendengar bahwa ini adalah masa-masa kita mencari jati diri. Benarkan jati diri kita temukan di tengah perjalanan? Tidakkah ia diciptakan?

Sepertinya perjalanan pencarian jati diri itu tak ubahnya sebagai bagaimana saya dikenal oleh orang lain. Lagi-lagi bicara mengenai pandangan orang lain terhadap diri kita.

Begitu pula yang terjadi dalam identitas nasional. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah. Warga-warganya murah senyum. Terdapat ratusan suku dengan keunikannya masing-masing. Tapi itu semua diurus oleh pemerintah –juga sebagian dari rakyatnya, hanya sebagai modal dagang. Modal menarik investor atau turis-turis asing untuk ‘eksploitasi’ lebih dalam.

Jadi, apa identitas (modal dagang)-mu?

 

-tulisan ini untuk mata kuliah kewarganegaraan

 

Advertisements

One thought on “IDENTITAS TAK LEPAS DARI KOMODITAS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s