M. Rifqi

Menarik jika kita bahas novel karya Habiburahman El Shirazy siapa yang tak kenal ayat-ayat cinta yang sukses menjadi novel terlaris di indonesia. menurut wikipedia sendiri, mencatat penjualan novel ayat-ayat cinta sekitar 160 ribu eksemplar dalam waktu tiga tahun.

Selain itu karya-karyanya juga banyak yang bernafaskan islami sebut saja Dalam Mihrab Cinta, Bumi Cinta, Diatas Sajadah Cinta, Api Tauhid sampai yang terbaru yaitu sekuel ayat-ayat cinta.

Namun, ada satu karya beliau yang akan kita bahas yaitu Pudarnya pesona cleopatra dalam novel yang telah dicetak ulang 23 kali sampai kurun waktu Desember 2013.

nah, dalam novel Pudarnys pesona cleopatra ini menceritakan sosok aku yang diminta oleh ibunya  menikah dengan perempuan pilihan ibunya demi mempererat tali persaudaraan, terlebih ibunya si aku dan wanita yang mau di jodohkan yang bernama Raihana ini adalah teman satu pesantren. Sementara si aku ini sangat terobsesi dengan gadis mesir yang bernama Mona zaky yang berprofesi sebagai aktris, dan tiap hari dia memikirkan bagaimana caranya menikahi Mona zaky.

Disisi lain ibunya sangat berharap anak laki-lakinya menikahi gadis pilihan ibunya selain karena  ingin mempererat tali persaudaraan dengan keluarga Raihana, ibunya juga mengenal Raihana sebagai gadis yang baik dan juga penghafal al quran.

Disini konflik di mulai ketika si tokoh aku terpaksa menerima pilihan ibunya dan menikah dengan pilihan ibunya dan mencoba melupakan untuk sementara waktu dan menjalankan amanat ibunya. Tapi apadaya rumah tangga merekapun berantakan.

Nah kembali ke pembahan utama kita, yaitu tentang distorsi nilai-nilai islam dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra karya Habiburahman el shirazy saya akan menguak distorsi novel ini lewat watak tokoh dan penokohan aku, dan ibu serta melakukan interpretasi isi teks terhadap novel tersebut.

Sehingga diharapkan nanti saya bisa membongkar distorsi nilai islam dalam novel tersebut.

Untuk model kritik yang saya pakai kali ini adalah metode struktural berangkat dari metode   obyektif seperti yang dikenal dalam metode ilmiah tokoh-tokohnya antara lain S. Oemarjati.

Dalam novel pudarnya pesona Cleopatra terdapat klaim sebagai novel pembangun jiwa dan novel psikologi islami nah,ini yang akan kita buktikan di analisis tema dan karakter tokoh.

Pertama kita analisis tema dalam novel ini yaitu, perjodohan dimana perjodohan ini dilandasi hubungan pertemanan antara sang ibu dan sahabatnya.

Tema-tema seperti ini agak mirip dengan kisah klasik tahun 30 an yaitu Siti Nurbaya. Yang menghadirkan kisah klasik Siti Nurbaya yang di jodohkan dengan Datuk Maringgi padahal pada saat yang sama Siti Nurbaya saat itu sudah terlanjur mencintai Samsul Bahri Lalu dijodohkan oleh Datuk Maringgi karena terlilit hutang.

Lalu kita beralih ke tokoh yang pertama saya akan bahas adalah tokoh ibu dari si aku ini di novel ini si tokoh ibu digambarkan sebagai seorang yang saklek dan tidak demokratis.

“harus dengan dia, tak ada pilihan lain!” tegas ibu

(pudarnya pesona cleopatra halaman 1)

Nah dari sini si ibu nampak memaksakan kehendaknya dengan memaksa anaknya untuk menikah dengan pilihan ibunya. Di paragraf selanjutnya dijelaskan bahwa ibunya dahulu mempunyai perjanjian terhadap si raihana dengan dalih persaudaraan karena ibunya Raihana dan si tokoh aku teman akrab waktu jadi santri di solo.

Paragraf lanjutan ini mengambarkan pengaruh matrineal yang kuat dari sosok ibunya sendiri lagipula terlalu dini untuk menjodohkan anak-anak yang masih dalam kandungan. Memangnya kalau tidak jadi besan persahabatan tidak bisa berjalan baik.

Karena dalam pejodohan itu kedua belah pihak harus sama-sama ikhlas menerima masing-masing calon pasangannya, sekalipun wanita yang di jodohkan itu orang baik dan shalihah tapi kalau memang si prianya tidak mau ya jangan dipaksa.

Sementara, si tokoh aku ini juga mengalami situasi yang sangat dilematis disatu sisi dia ingin menghormati ibunya di satu sisi dia memang tidak mencintai Raihana gadis pilihan ibunya. Terdapat dslam kutipan berikut ini.

“Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. aku tak mau mengecewakan ibu Aku ingin menjadi mentari pagi di hatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.”

(Pudarnya Pesona Cleopatra hlm 2 )

Dengan kata lain si tokoh aku ini termasuk orang yang sangat penurut terhadap ibunya sekalipun dia harus mengorbankan perasaannya sendiri demi memenuhi keinginan ibunya.

Si tokoh aku ini juga memiliki sifat munafik dan  kemunafikannya itu tercermin pada sikapnya pasca berumah tangga tujuh hari pertama kupaksa hatiku  memuliakan raihana sebisanya, kupaksa hatiku untuk mesra, bukan karena aku cinta, sungguh bukan karena aku mencintainya hanya sekedar manusia yang terbiasa membaca aypat-ayatnya.

(hlm 5)

Lalu, si tokoh aku ini juga masih terobsesi dengan gadis mesir sampai-sampai ia lupa salat isya.

Dan pada paragraf selanjutnya hal itu pun diakui si tokoh aku apakah aku telah menjadi orang munafik karena mendustai diri sendiri dan banyak orang. Hari demi hari hanya penderitaan yang didapat raihana .hubungan mereka sangat dingin bahkan tidur pun terpisah.

Puncaknya ketika tokoh aku dan raihana bertandang kerumah orang tua Raihana kedua pasangan ini berpura- pura menjadi pasangan yang romantis.

Sementara tokoh Raihana sendiri digambarkan sebagai karakter perempuan jawa sejati Yang setia. Bagaimana tidak raihana siap mengorbankan nyawaku untuk kebahagiaannya.(hlm 10)

dan dia tidak ingin bercerai dari suaminya karena baginya perceraian neraka baginya.

Karena baginya pernikahan hanya sekali seumur hidup. Begitupun sabarnya raihana ketika raihana harus bersabar dengan perlakuan suaminya yang tak mencintainya. Bahkan ketika raihana menajaga kehormatan dirinya dengan cara puasa senin-kamis karena menahan syahwatnya. Sampai akhirnya raihana meninggal

Jadi pada intinya  novel pudarnya cleopatra ini berdasarkan pemaparan diatas novel pudarnya cleopatra ini kurang tepat jika disebut sebagai novel pembangun jiwa karena memang nilai yang terkandung dalam novel tersebut kontradiktif terhadap nilai- nilai islami yaitu menikah dengan penuh keikhlasan ini malah sebalknya. Lalu tujuan pernikahan untuk mencapai taketenangan tidak ada sama sekali malah disakiti. Yang paling penting dalam novel ini tokoh si aku ini kurang menghargai perempuan tercermin dari sikapnya yang masih memikirkan wanita lain. Padahal, dirinya statusnya sudah menjadi suami orang.

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Ayat-Ayat_Cinta

Saifurrahman, Kritik sastra Sebuah Pengantar penerbit, 2017, Jakarta, Rawamangun School of Philosopy.

Shirazy el habiburahman, Pudarnya Pesona Cleopatra, 2005, jakarta, republika penerbit

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s