Kritik Novel Tak Sempurna


Muhammad Bismo Pratomo Yudanto

 

Karya sastra sebagai cerminan kehidupan masyarakat, hal tersebut karena sastra merupakan hasil tulisan pengarang yang ia ciptakan berdasarkan lingkungan yang ada di sekitarnya dan ia rasakan. Dan aspek-aspek kehidupan itu saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Aspek kehidupan tersebut berupa aspek sosiolologis, psikologis, filsafat, budaya, dan agama.

Salah satu karya yang dihasilkan berdasarkan lingkungan yang ia rasakan adalah sebuah novel  yang berjudul “Tak sempurna” karya Fahd Pahdepie. Fahd Pahdepie adalah seorang penulis, pembicara publik, pegiat kreativitas, dan konsultan. Fahd merupakan penulis yang dikenal dengan karya-karya kreatifnya serta pemikiran-pemikiran segarnya tentang hal-hal di seputar kehidupan sehari-hari. Sebagaj penulis, ia telah meerbitkan lebih dari 18 judul buku di berbagai penerbit nasional.

Novel berjudul “Tak Sempuna” ini merupakan novel kolaborasi fiksi-musikal bersama Bondan Prakoso & Fade2Black. Kolaborasinya bersama Bondan dan kawan-kawan bukan cuma pada novel ini. Mereka juga berkolaborasi dalam novel yang berjudul ‘Hidup Berawal Dari Mimpi”.

Fahd dikenal sebagai penulis kretaif yang memperkenalkan metode creative writhink. Dan bukan hanya itu, ia juga memperkenalkan sbuah genre baru dalam bidang sastra dan new media yang dikenal sebagai fiksi lintas media. Ia meraih beberapa pengjargaan yang bergengsi dalam bidang penulisan dan pemkkiran, antara lain: UNICEF Young Writer Award, DAR!Mizan Unlimited Creativity Award 2006 sebagai penulis terbaik, Juara 1 MTQ Tingkat Nasional Bidang Karya Tulis Al-Quran, penghargaan Ahmad Wahib Award 2010 dari Ayasan Wakaf Paramadina dan Hivos Foundation,  dan lainnya.

 

Sinopsis Novel Tak Sempurna

Novel Tak Sempurna bercerita tentang seorang anak SMA bernama Rama Aditya Putra, yang menjalani kehidupan masa sekolah yang berantakan. Tentang para pelajar yang sangat menyukai tawuran. Ia merasa bahwa ada yang tidak benar dalam sistem pendidikan di negeri ini. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat untuk menanam pohon-pohon impian seolah berubah menjadi neraka bagi mereka yang terlanjur menginjakan kakinya di tempat itu. Sekolah baginya tak ada yang lebih spesial dari tempat ini. Sekolah di mana seharusnya menjadi tempat yang tertib, rapi, bersih, dan sopan hanya sebuah angan belaka. Karena di sini, di sekolah ini yang ada hanya kebusukan dan kebohongan. Rama Aditya Putra yang pada akhirnya menemukan kebohongan-kebohongan apa yang telah dibayangkan sebelumnya.

Tawuran yang telah menjadi tradisi kalangan pelajar, seks bebas yang telah menjangkiti pasangan muda-mudi, narkoba yang telah menjadi santapan lezat para pejuang ilmu, pornografi dan pornoaksi yang telah dipertontonkan di depan umum, dan moralitas yang telah berubah menjadi mortalitas. Kesemuanya telah menjadi bagian dari sisi buruk pendidikan di negeri ini. Pendidikan yang seharusnya membaikan budi pekerti dan membenarkan tingkah laku telah tergeser maknanya oleh tindakan-tindakan yang penuh dengan kebodohan dan ternodai aksi-aksi kriminal dan memalukan.

 

Unsur-unsur Intrinsik

  1. Tema

Tema yang terkandung dalam cerita novel “Tak Sempurna” karya Fahd Djibran adalah kritik sosial. Hal itu dapat dilihat dari ceritanya yang mengkritik sistem pendidikan. Membicarakan masalah para pelajar yang bermasalah, tentang keluarga mereka yang juga bermasalah.

  1. Plot/Alur

Alur dalam cerita “Tak Sempurna” karya Fahd Djibran adalah alur campuran atau maju mundur. Hal itu terlihat dari ceritanya yang terkadang mundur ke belakang untuk melihat masa lalu dan kenangan dari salah satu tokohnya.

  1. Tokoh dan Penokohan
  2. Rama

Penggerutu :

Aku muak dengan semua ini! Sekolahku adalah tempat sampah bagi semua kotoran dan kebusukan dunia. (Hlm. 9)

Perasa :

Aku membayangkan perasaannya yang tiba-tiba jadi asing. Ciut. Si idiot. Si idiot. Si idiot. Aku membayangkan kata-kata itu, hinaan itu, terus menerus menggema di dalam kepalanya, meruntuhkan perasaannya, mengecilkan dirinya untuk selama-lamanya. (Hlm. 11)

Pemalas :

Mau, jawabku dalam hati. Tapi aku menggeleng. Lalu menundukkan kepala. Pura-pura mencatat. Sialnya, Pak Hamdan berjalan mendekat ke arah mejaku. Aku terus menundukkan kepala. Masih pura-pura mencatat. Apa saja. (Hlm. 50)

  1. Bunga

Ramah :

“Biar aku aja yang buka, Tante,” kata Mama, sambil membalas senyum Bunga. (Hlm. 117)

Ceria :

‘Biologi kelas XII karya Dr. Agus Supriono dan kawan-kawan, pelajaran tadi pagi. Aku suka cerita tentang kodok yang nggak jadi pangeran lagi!” Katanya sambil tertawa. (Hlm. 182)

  1. Papa

Penyayang :

“Papa juga sedih, tapi kita harus menerimanya. Kita akan menghadapinya bersama-sama,” Papa berusha menenangkanku. (Hlm. 83)

Bertanggung Jawab :

“Sudahlah,” jawab Papa kemudian, ‘Pokoknya sekian. Aku nggak mau inget juga-juga. Ini biar jadi tanggung jawabku. Yang penting sekarang anak kita bisa pulang. Bagaimanapun kita harus bersyukur.” (Hlm. 129)

  1. Mama

Penyayang :

“Semua akan baik-baik saja, Nak.. Ada Mama di sini.” (Hlm. 83)

  1. Firman

Setia kawan :

Aku ingat ketika Firman membisikkan kalimat itu di telinga jenazah Andri yang penuh luka dan darah yang belum kering, “Kita bakal balesin ini semua, Sob. Lu harus pergi dengan tenang. Nyawa harus dibayar nyawa. Gue janji!”  Aku ingat sejak hari itu Firman, sahabat terdekat Andri, ters menyimpan bawa dendam dalam hati; Harus ada anak Chibanx yang tewas di tangannya. Harus. (Hlm. 64)

Selalu bersyukur :

“Masih untung gue bisa sekolah juga, Ram,” aku ingat wajah Firman yang tersenyum ketika mengatakan kalimat itu kepadaku, “Gue bisa menemukan sedikit kebahagiaan dan kebebasan di sekolah!” (Hlm. 116)

  1. Andri

Setia kawan ;

Andri adalah teman yang solider. Dia selalu mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingannya sendiri. Dia meninggal dengan luka-luka parah di sekujur tubuhnya. Andri meninggal justru saat hendak menolong Bram yang tengah dikeroyok anak-anak Chibanx. (Hlm. 63)

  1. Bram

Pemarah :

Aku melihat Bram menatap wajah Pak Saiful dengan tatapan yang marah. (Hlm. 31)

  1. Santi

Bertanggung jawab :

“Pak, kami lagi sedih, maaf kalau suasana kelas jadi kurang kondusif. Mungkin kamu belum siap buat belajar.” Santi, ketua kelas kami, berusaha menjelaskan situasi ini pada Pak Saiful. (Hlm. 31)

  1. Tanri

Cuek :

Tanri tampak tak ambil pusing dengan teguran Pak Saiful. Ia memang memperbaiki posisi duduknya, menghadap ke depan, tapi ekspresi wajahnya tak bisa berbohong. (Hlm. 31)

  1. Eko

Pemberani :

Samson menatap Eko dengan tatapan aneh. Kesal dan marah. “Di mana lu mau celupin gua?” Suara Eko menantang. Ia mengangjat dagunya, pongah. (Hlm. 205)

  1. Heru

Tengil :

“Hei Maghrib, awas lo! Minggir!” Heru menegur seorang adik kelas yang berdiri di jalan kami. Tengil. (Hlm. 167)

  1. Latar

Ada beberapa latar untuk cerita dalam novel ini. Yaitu SMA Lazuardi, rumah sakit, rumah Rama, dan rumah Bram.

  1. Sudut Pandang

Dalam cerita “Tak Sempurna” karya Fahd Djibran, sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang persona pertama atau aku. Hal ini terlihat dari tokoh utamanya yang selalu mengungkapkan dirinya adalah ‘aku” dalam narasinya.

 

Penafsiran

Penafsiran terhadap novel Tak Sempurna diantaranya sebagai berikut:

Segi Bahasa

Dalam novel ini terdapat cukup banyak majas, diantaranya adalah majas hiperbola. Berikut adalah kutipan kalimatnya.

“Aku membayangkan perasaannya yang tiba-tiba jadi asing. Ciut. Si idiot. Si idiot. Si idiot. Aku membayangkan kata-kata itu, hinaan itu, terus menerus menggema di dalam kepalanya, meruntuhkan perasaannya, mengecilkan dirinya untuk selama-lamanya.” (Hlm. 11)

Segi Isi

Novel ini ingin memperlihatkan kepada pembaca bahwa seperti itulah kehidupan para pelajar saat ini. Dan novel ini ingin mengajak kita untuk memikirkan lagi tentang sistem pendidikan yang ada agar diperbaiki sedemikian rupa, dan bukan hanya sekedar memikirkan kita haruslah bertindak untuk mendapatkan hasil yang ingin dicapai  agar tidak hanya menjadi ocehan kosong yang tidak berguna. Novel ini juga mungkin bertujuan untuk menyadarkan para pelajar yang sangat menyukai tawuran agar berhenti tawuran. Karena tawuran sendiri tidak mendatangkan manfaat sama sekali. Tawuran hanya menjadi tempat pelampiasan amarah para pelajar. Dengan mengatasnamakan solidaritas dan semacamnya mereka menyerang sekolah lain dan menciptakan rantai kebencian. Mata dibayar mata, begitulah kira-kira, saat ada teman mereka yang tewas karena pihak musuh maka mereka akan membalas dengan menewaskan orang yang ada di pihak musuh, seperti itu lah yang akan terus berulang.

Selain itu, novel ini juga mengajarkan kita untuk berani menolak melakukan hal yang tidak kita inginkan dan tidak perlu memikirkan apa kata orang lain dengan pilihan kita. Karena saat kita melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan, kemungkinan yang ada adalah penyesalan. Seperti apa yang terjadi pada karakter utama dalam novel ini. Rama baru menyesali perbuatannya yang selalu ikut-ikutan tawuran setelah kehilangan kakinya. Dia baru menyadari perbuatan bodohnya itu setelah ia kehilangan kakinya.

 

Kritik

Kritik yang digunakan untuk membedah novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran ini adalah kritik pragmatik. Abrams (1981) menyatakan kritik pragmatik yaitu suatu kritik yang disusun berdasarkan pandangan bahwa sebuah karya sastra disusun untuk mencapai efek-efek tertentu kepada pembacanya, seperti efek kesenangan, estetik, pendidikan (edukatif) dan sebagainya. Kritik pragmatik in berkecenderungan memberi penilaian terhadap suatu karya berdasarkan ukuran keberhasilannya dalam mencapai tujuan tersebut. Berikut adalah pembahasan selengkapnya.

Novel ini mengandung banyak nilai edukatif, diantaranya:

  1. Kesetia kawanan

Berikut bukti kutipannya:

“Andri adalah teman yang solider. Dia selalu mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingannya sendiri. Dia meninggal dengan luka-luka parah di sekujur tubuhnya. Andri meninggal justru saat hendak menolong Bram yang tengah dikeroyok anak-anak Chibanx.” (Hlm. 63)

  1. Sikap selalu bersyukur

Berikut bukti kutipannya:

“Masih untung gue bisa sekolah juga, Ram,” aku ingat wajah Firman yang tersenyum ketika mengatakan kalimat itu kepadaku, “Gue bisa menemukan sedikit kebahagiaan dan kebebasan di sekolah!” (Hlm. 116)

  1. Sikap optimis

Berikut bukti kutipannya:

“Pasti ada caranya nanti. Pasti ada jalannya, kalo kita kerja buat kebaikan, pasti bisa. Gue percaya itu. Yang penting kita udah bener-bener nyesel dan mau mengakhiri semua ini,” jawabku, “Kita nggak sendirian. Gue percaya kita masih punya banyak teman yang bakal dukung kita–” (Hlm. 121)

Novel ini mengandung nilai hiburan, yaitu:

  1. Unsur kejenakaan

Berikut bukti kutipannya:

Heru naik ke atas kursi. Merentangkan kedua tangannya. “I love you full, Bu Hilda!” Teriaknya sambil memanyunkan bibirnya. (Hlm. 174)

Novel ini juga mengandung nilai estetis, yaitu:

  1. Romantisme

Berikut adalah bukti kutipannya:

“Setiap kali membacanya, aku selalu ingin memejamkan mata, lalu melihat kamu menari di sana, sendirian. Ah, kapan aky bisa benar-benar mengirimkannya untukmu–membacakannya di hadapanmu?” (Hlm. 184)

 

Kelebihan dan Kekurangan Novel

  1. Kelebihan

Novel ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada para pembaca. Jalan ceritanya juga menarik, dan lirik lagu yang disisipkan dalam novel ini menambah daya tarik dari novel ini.

  1. Kekurangan

Ada bagian cerita yang kurang menarik dan membosankan. Terkadang bahasa yang digunakan terkesan tanggung, antara bahasa yang formal dan bahasa yang informal.

 

Simpulan

Simpulan yang didapat dari analisis novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran yang berdasarkan kritik pragmatik adalah bahwa novel ini merupakan novel yang baik, meskipun memiliki beberapa kekurangan. Akan tetapi novel ini berhasil memberikan beberapa nilai-nilai positif kepada pembaca, yaitu nilai-nilai edukatif dan juga kesenangan kepada pembacanya.

 

Referensi :

https://pritowindiarto.blogspot.com/2014/11/menulis-kritik-sastra.html?m=1

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Fahd_Pahdepie

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s