Representasi Dominasi Matrineal dalam Novel Sang Guru Piano

Oleh: Muhamad Rifqi

Kalau kita berbicara tentang kaerya sastra tak akan ada habisnya tiap tahun ada saja k taarya sastra yang lahir. Namun kita tak boleh melupakan sastra kanon yang menyajikan beragam konflik yang bisa dijadikan bahan oleh kita  perenungan bagi kehidupan sehari-hari.

Setelah edisi sebelumnya kia  membahas karya  Pramudya Ananta Tour yaitu Gadis pantai yang menceritakan kisah pilu seorang gadis pantai yang harus dipaksa menikah dengan Bendoro dan mengalami penyiksaan lahir batin dari Bendoro dan pembantunya.

Lalu kita sudah membahas karya Nawal El Sadawy Perempuan Titik Nol yang bercerita tentang perempuan mesir  yang sedari kecil mengalami pelecehan dari pamannya dan tak hanya itu, ia juga tak mendapat pendidikan yang layak hingga akhirnya dinikahkan dengan lelaki tua dan tidak bahagia sampai akhirnya, ia kabur dan karena ia dipaksa memberikan kenikmatan sesaat hingga akhirnya ia menjadi wanita penghibur yang sukses.

Lalu,  kita juga diajak berpetualang ditengah laut lewat karya Ernest Hemingway Lelaki Tua  Dan laut yang menceritakan tentang perjuangan seorang nelayan yang  bernama Santiago yang mengalami krisis kepercayaan diri karena tidak bisa menangkap ikan dalam beberapa hari.

Sebelum kita membahas analisis strukturail novel Sang Guru Piano, ada baiknya kita membahas terlebih dahulu pengarang Sang Guru piano Elfride Jelinek.

Dikutip dari wikipedia Elfride Jelinek lahir di Stelmark Austria 20 Oktober 1946 adalah seorang pemenang hadiah nobel sastra tahun 2004 . Ibunya Olga Buchner/Olga Jelinek bekerja sebagai menejer personel di sebuah perusahaan, sedangkan ayahnya Fredrich Jelinek adalah seorang kimiawan. Dia juga belajar di TK  Katolik dan sebuah biara yang terlalu banyak aturan yang membatasinya. Dalam Novel ini Elfride Jelinek jelinek mencoba mengkritik kapitalisme dalam novelnya.

Sinopsis:

Sang guru piano bercerita tentang seorang yang bernama Erika gadis asal Wina Austria ia adalah seorang guru di sebuah tempat les piano ia adalah seorang pemain piano yang gagal dalam konser namun, di dalam kesehariannya ia sangat takut sekali dengan ibunya segala sesuatu tentangnya diatur oleh ibunya mulai dari cara berpakaian, jadwal manggung bahkan, ketika dia mulai dekat dengan  seorang pria ibunya pun nampaknya tidak menyukainya hingga akhirnya ia tertekan dan tak hanya itu ia juga kadang-kadang ia di ajak ke  komunitas para penjaja cinta di kolong jembatan

Dan dari sklumit kisah ini bisa merepresentasikan kehidupan ibu seorang orang tua tunggal. Yang bersifat protektif nah, tokoh Erika kofet mengalami itu ketika ia harus menerima kenyataan memiliki seorang ibu memiliki kecendrungan protektif dengan dalih ingin melindungi putrinya, namun pada kenyataannya malah membuat tekanan batin yang diderita oleh  Erica

Tekanan batin itupun bergejolak, sampai-sampai membuat dirinya mempunyai gairah yang luar biasa dengan melakukan perbuatan terlarang pada anak-anak  di bawah umur .bukan hanya itu ia juga membalas dendam pada ibunya dengan menyayat nya tak hanya itu iya juga teriris tak hanya itu bajunya sampai baju nya sobek dan ditusuk oleh walter Klamer.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s