Arry Dwi Prasetyo


Sastra adalah sebuah karya cipta yang berasal dari dalam pikiran manusia yang dituangkan melalui alat yang bernama bahasa dan disalurkan melalui lisan maupun tulisan. Walaupun sastra sendiri masih belum mempunyai tempat khusus bagi masyarakat luas, kita sebagai manusia tidak bisa lepas dari sastra itu sendiri, dengan kata lain sastra seperti telah menyatu dengan kita. Kita pasti pernah membaca sebuah karya sastra, baik koran, cerpen, novel, puisi bahkan yang lainnya. Dan di dalam alam bawah sadar, kita pasti mempunyai hasrat yang terpendam untuk menciptakan sebuah karya sastra itu sendiri.

Sumardjo & Saini (1997) menyatakan bahwa sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa. Sehingga sastra memiliki unsur-unsur berupa pikiran, pengalaman, ide, perasaan, semangat, kepercayaan (keyakinan), ekspresi atau ungkapan, bentuk dan bahasa. Hal ini dikuatkan oleh pendapat Saryono (2009: 18) bahwa sastra juga mempunyai kemampuan untuk merekam semua pengalaman yang empiris-natural maupun pengalaman yang nonempiris-supernatural, dengan kata lain sastra mampu menjadi saksi dan pengomentar kehidupan manusia.

Dalam dunia sastra, sastra dibedakan menjadi beberapa jenis; dan sebagian yang akan dibahas adalah (1) Sastra Dunia (2) Sastra Lokal dan (3) Sastra Nasional

Satra dunia adalah karya-karya sastra besar dari seluruh penjuru yang diakui keberadaannya (kualitas karyanya). Karya-karya seperti puisi, cerpen maupun novel dan lain – lain. Bahkan akhir-akhir ini ada seorang pemusik (Bob Dylan) yang memenangkan penghargaan nobel sastra pada tahun 2016, walau kita tahu yang memenangkan nobel sastra biasanya adalah ovelis, cerpenis atau seorang penyair.

Istilah sastra dunia awalnya dipakai oleh Johann Wolgang von Goethe (1749-1832), seorang sastrawan dan pemikir Jerman. Dia sangat menguasai karya-karya besar sastra dalam bahasa aslinya, khususnya bahasa Inggris, Perancis, dan Italia. Perhatiannya kepada dunia Timur juga sangat besar, antara lain pada dunia Islam dan Cina. Yang sampai sekarang masih kental dengan definisi yang disuarakan Goethe, bahwa sastra dunia adalah sastra kanon yang membicarakan masalah universal.

Berbeda dengan Sastra Dunia, keberadaan sastra lokal adalah sastra yang cakupannya hanya pada  sebuah wilayah tertentu di dalam sebuah negara. Dialek, tema dan pola berpikir yang digunakan sastra lokal hanya sebagian besar hanya dimengerti oleh sebagian orang di wilayah tertentu saja. Misal nya cerita tentang sangkuriang, malin kundang dan lain-lain.

Dalam Kamus Istilah Sastra disebutkan bahwa sastra lokal adalah sastra berbahasa lokal termasuk dialek, bertema lokal, dan tidak relevan dengan dnuia luar, hanya dapat ditangani oleh masyarakat setempat (Zaidan, 1991: 123). Jika mengacu pada batasan ini, paling tidak ada tiga syarat untuk menentukan sastra lokal, (1) penggunaan bahasa lokal(dialek), (2) pengggunaan tema lokal, (3) hanya dapat dipahami(diapresiasi) oleh masyarakat setempat.

Meskipun bahasa Indonesia telah berkembang pesat, terutama setelah ditetapkan sebagai bahasa nasional (1928) dan bahasa negara (1945), ternyata perkembangan dialeknya masih samar-samar. Hal ini mungkin disebabkan penggunaan bahasa Indonesia sebatas pada ragam formal, sedangkan untuk berkomunikasi dalam sehari-hari masih ada yang mempergunakan bahasa daerah. Dengan penggunaan ragam formal yang terbatas itu, para pengarang cenderung merasa dibatasi daya ekspresinya sehingga memerlukan ragam yang lebih santai, tidak kaku dan mementingkan nilai-nilai estetis. Hal ini terwadahi dalam bahasa daerah.

Keberadaan sastra nasional juga hampir sama dengan sastra lokal, yaitu ditandai dengan penggunaan bahasa, latar, tema, dan pengarangnya. Dari segi bahasa, keberadaan kesusastraan Indonesia tidak diragukan lagi karena bahasa Indonesia telah lama dipakai secara nasional. Dukungan balai pustaka untuk menerjemahkan karya – karya asing dan karya – karya lokal menambah keberadaan bahasa itu. Demikian juga halnya dengan kemunculan surat – surat kabar dan berbagai majalah dalam bahasa Indonesia; banyak karya sastra yang dihasilkan sebelum bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional pada 28 Oktober 1928. Misalnya Azab dan sengsara, Siti Nurbaya, dan lain – lain.

Istilah Sastra Nasional adalah sebutan untuk karya – karya sastra yang berada di dalam sebuah negara tertentu, seperti sastra cina, sastra inggris, sastra prancis, sastra indonesia dan lain sebagainya. Khususnya sastra Indonesia, karya sastra yang diciptakan mengggunakan bahasa indonesia. Walaupun ada orang Indonesia yang tinggal di Jepang, tetapi dia menciptakan karya berbahasa indonesia, masih bisa disebut sebagai Sastra Nasional Indonesia. Begitupun bila ada warga negara inggris yang tinggal di Indonesia dan menciptkan sebuah karya menggunakan bahasa inggris, karya tersebut termasuk dalam Sastra Nasional Inggris

Dapat disimpulkan bahwa sastra dunia, satra lokal dan sastra nasional tidak dapat dimutlakkan. Ada ketumpangtindihan antara sastra dunia, sastra nasional dan sastra lokal. Sastra Dunia merupakan Kumpulan Karya-karya sastra ternama dari seluruh penjuru dunia yang diakui karyanya dan berpengaruh untuk banyak orang, Sastra Nasional adalah karya sastra yang berada dalam suatu negara tertentu, sedangkan Sastra Lokal adalah karya sastra yang berada pada wilayah tertentu yang berada di dalam sebuah negara.

DAFTAR PUSTAKA

Zaidan, Abdul Rozak, dkk., 1991. Kamus Istilah Sastra, Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

http://infodanpengertian.blogspot.co.id/2015/04/pengertian-sastra-menurut-para-ahli.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s