Arry D. P

Ada yang bilang memancing itu adalah pekerjaan bodoh. “Beli saja ikannya langsung di pasar” kata ibu – ibu yang suami nya suka mancing di empang H. Roni. Tetapi beda ceritanya bagi seorang pria yang bernama Santiago. Seorang nelayan tua asal Kuba yang hanya berbekal perahu tua, kail pancing dan umpan di tengah laut lepas.

The Old Man and the Sea, atau yang dalam judul terjemahannya menjadi “Lelaki Tua dan Laut”, merupakan salah satu karya terbaik Hemingway sekaligus peraih Hadiah Pulitzer tahun 1953 dan Nobel Sastra tahun 1954.

Meskipun tubuhnya tidak sekuat dulu, semangat Santiago yang hebat itu mampu memunculkan tenaga yang luar biasa. Namun Sudah 84 hari ia melaut, Santiago tak kunjung mendapatkan ikan. Ia bahkan sering diolok-olok nelayan lain karena tidak pernah mendapatkan ikan lagi.

Beruntung bagi Santiago, seorang anak yang baik hati sering membantunya dan merawatnya. Namanya Manolin. Manolin memang hanya anak yang tinggal di dekat rumahnya, tetapi ia sangat menyayangi Santiago seperti ayah atau kakeknya sendiri. Setiap hari Manolin selalu datang ke gubuk Santiago, menyelimutinya saat tidur, memberinya makanan, dan membantunya menyiapkan perlengkapan melaut.

Tepat di hari ke-85, Santiago berencana untuk kembali lagi melaut. Kali ini ia yakin akan mendapatkan ikan. Ia tidak mengizinkan Manolin menemaninya, tetapi Manolin boleh membantunya mempersiapkan umpan, alat pancing dan kebutuhan kapalnya, juga memberikan semangat dan dukungan. Mereka sangat yakin jika di hari ke-85 itu Pak Tua akan berhasil mendapatkan ikan, bahkan ikan yang besar.

Sendirian mengarungi laut di tengah arus Teluk Meksiko yang sunyi dan gelap, Santiago berangkat dengan kapal kecilnya. Makan dan istirahat seadanya. Ia terus menunggu ikan besar memakan umpannya. Seekor ikan marlin yang sangat besar ternyata berhasil menyambar umpan Pak Tua. Tetapi, kan itu ternyata teramat besar dan Santiago tidak sanggup menarik ikan itu. Marlin raksasa itu mulai menyeret kapal Santiago ke arah yang lebih jauh, tempat di mana hiu-hiu berada. Santiago harus mengerahkan seluruh tenaganya untuk menaklukkan ikan tersebut. Entah sudah berapa hari berlalu, ia masih tarik ulur dengan ikan itu. Dengan seluruh kemampuan yang sudah dikerahkannya, akhirnya Santiago berhasil membawa ikan tangkapannya walaupun tidak semua bisa dibawa olehnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s