Claudia Putri


Sastra dalam bahasa Indonesia berasal dari serapan bahasa Sansekerta yang merupakan gabungan dari kata sas dan tra. Kata sas mempunyai arti, yaitu mengarahkan, mengajarkan dan memberi petunjuk. Sedangkan akhiran kata tra, mempunyai arti yang biasanya digunakan untuk menunjukkan alat atau sarana. Sehingga, sastra berarti alat untuk mengajar, buku petunjuk atau pengajaran, atau juga merujuk kepada kesusastraan atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Sastra adalah sebuah  ide, gagasan atau pikiran, serta perasaan  yang ingin disampaikan penulis kepada masyarakat melalui karya sastra. Sastra sebagai hasil pekerjaan seni kreasi manusia tidak akan pernah lepas dari bahasa yang merupakan media utama dalam karya sastra. Sastra hidup dari kehidupan tentang masyarakat ataupun yang berkaitan dengan sekitar masyarakat seperti kenyataan-kenyataan nyata yang ada di dalam masyarakat yang kemudian diolah dan dipadukan dengan imajinasi pengarang sehingga menjadi sebuah karya yang memiliki keindahan.  Sastra dan manusia erat karena pada dasarnya keberadaan sastra sering bermula dari persoalan dan permasalahan yang ada pada manusia dan lingkungannya, kemudian dengan itulah pengarang menuangkan masalah-masalah yang ada disekitarnya menjadi sebuah karya sastra.

Kehidupan masyarakat dan realitas yang terdapat dalam karya sastra menjadi sebuah proses penciptaan karya, mengenai apa yang terjadi pada manusia dengan kehidupan sosial dan budayanya. Selain perbedaan antara pengarang satu dengan pengarang yang lain, pengarang dapat pula menciptakan karya sastra yang dilandasi atau didasari oleh karya sastra pengarang lain. Maka dari itu, karya sastra terlahir dari kenyataan-kenyataan tercipta melalui perenungan yang mendalam dengan tujuan untuk dinikmati, dipahami, dan diilhami oleh masyarakat.

Sastra yang lahir dari masyarakat atau lingkungannya tidak hanya dijumpai dari dalam negeri. Akan tetapi, sastra yang lahir dari masyarakat atau lingkungannya juga dapat ditemukan di luar negeri. Karya-karya sastra memang menarik untuk diselami ataupun diteliti tentang bagaimana karya itu tercipta atau apa landasannya, bagaimana budaya yang ada, dan bagaimana masyarakat menyikapnya.  Sering kali, sastra juga memuat sejarah secara tersirat maupun tidak, dan sejarah itu berbeda pada setiap tempat. Maka, mengenal sebuah karya sastra tidak hanya terbatas dari karya yang terdapat dalam negeri, melainkan dapat pula dari luar negeri, yang disebut dengan Sastra Dunia.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sastra dunia adalah sastra yang dapat dipahami dan dinikmati oleh berbagai bangsa di dunia, bertema universal, hasil sastra yang dianggap paling tinggi mutunya oleh kebanyakan bangsa di dunia. Sastra dunia adalah sastra yang memuat pandangan-pandangan universal atau mendunia. Menurut Hutomo (1993: 6), sastra dunia adalah sastra nasional yang diberi peluang meletakkan dirinya dalam lingkungan sastra dunia dengan fungsi dan kriteria tertentu serta sejajar, atau duduk sama rendah dan berdri sama tinggi, dengan sastra nasional bangsa lain di dunia. Hal ini berarti, semua karya sastra dapat dinikmati dan mampu menarik pembaca dari berbagai dunia, apalagi jika isi pada cerita tersebut memiliki kisah yang unik dan menarik, serta pesan dan maknanya dapat ditandai atau diterima oleh pembaca, maka karya tersebut dianggap bermutu.

Sastra dunia yang tercipta dari berbagai dunia dapat ditemukan pada beberapa penerbit sudah menerjemahkannya dan menjualnya di toko buku. Akan tetapi, tidak semua karya akan di jual dengan bebas, dan terkadang karya yang dianggap terkenal ataupun menang penghargaan tidak banyak juga yang diterjemahkan. Untuk mengetahui karya sastra dunia yang diperbincangkan ataupun untuk mengetahui apa saja karya-karya terbaru yang ada di dunia, paling tidak bisa menemukannya pada karya sastra yang meraih Nobel Sastra. Nobel Sastra ini merupakan penghargaan untuk karya-karya yang dianggap mewakili zamannya dan diberikan kepada orang-orang yang dianggap paling giat melaksanakan hubungan yang bersifat internasional, pendiri pergerakan perdamaian atau berusaha mengurangi atau melenyapkan peperangan. Sastra dunia  juga memiliki pengaruh yang besar, diantaranya sebagai sumber inspirasi pengarang lain untuk mengangkat tema yang sama.

Hal itu membuat adanya penelitian sastra yang menekankan kepada penelitian yang melibatkan studi teks-teks antarkultur atau budaya. Terdapat hal penting yang merupakan pola hubungan kesastraan. Bagian tersebut seperti halnya adalah sastra bandingan berupa bandingan teks antar budaya yang berbeda. Selain itu, studi teks juga membandingkan karya sastra dari ruang dan waktu yang berbeda, tetapi juga antar teks yang memuat keindahaan kata atau memiliki makna didalamnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sastra bandingan adalah telaah dan analisis terhadap kemiripan dan pertalian di antara karya sastra berbagai bahasa dan bangsa. Penelitian sastra bandingan berusaha untuk membandingkan antar teks yang ada, mengetahui bagaimana masing-masing teks mencerminkan isi cerita, dan melihat bagaimana pengaruh pada cerita tersebut.

Wellek dan Warren (1989) mengungkapkan bahwa sastra bandingan adalah studi sastra yang memiliki perbedaan bahasa dan asal negara dengan suatu tujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan dan pengaruhnya antara karya yang satu terhadap karya yang lain, serta ciri-ciri yang dimilikinya. Sedangkan  Endaswara (2011: 7-12) mengungkapkan bahwa istilah sastra bandingan digunakan untuk studi sastra lisan,  istilah sastra bandingan mencakup studi hubungan antardua kesusastraan atau lebih, dan istilah sastra bandingan disamakan dengan studi sastra menyeluruh. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa sastra bandingan adalah studi sastra untuk mencermati perkembangan deretan sastra dari waktu ke waktu, genre ke genre, pengarang satu ke pengarang lain, wilayah satu ke wilayah lainnya.

Berdasarkan pengertian mengenai sastra bandingan dan sastra dunia dapat disimpulkan bahwa ciri dari satra bandingan dan sastra dunia menunjukkan adanya keterkaitan.  Keterkaitan itu adalah sastra bandingan merupakan penelitian yang membandingkan dua karya atau lebih yang memiliki perbedaan masyarakat dan lingkungannya. Salah satu pembandingnya adalah masyarakat atau lingkungan yang berada di luar negara itu sendiri, yang disebut dengan sastra dunia.

Kajian sastra bandingan tidak dapat mengabaikan peranan sastra dunia. Istilah yang sering terkait dengan sastra bandingan adalah sastra dunia (world literature). Ada juga yang menyebut sastra universal. Biasanya, karya-karya senacam ini tergolong masterpiece. Karya sastra demikian banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa ke seluruh dunia. Tentu saja untuk menjadi sastra dunia tidak hanya memakan waktu pendek. Meskipun ukuran waktu ini sangat lentur, namun sekurang-kurangnya bila karya tersebut sangat digemari oleh siapapun di dunia, boleh dikatakan sebagai sastra dunia.

Pendekatan sastra bandingan pertama kali muncul di Eropa awal abad ke-19. Ide tentang sastra bandingan dikemukan oleh Sante Beuve dalam sebuah artikelnya yang terbit tahun 1868 (Damono, 2005: 14). Dalam artikel tersebut dijelaskanya bahwa pada awal abad ke-19 telah muncul studi sastra bandingan di Prancis. Sedangkan pengukuhan terhadap pendekatan perbandingan terjadi ketika jurnal Revue Litterature Comparee diterbitkan pertama kali pada tahun 1921. Dalam sastra bandingan dikenal dua mazhab, yaitu mazhab Amerika dan Prancis. Mazhab Amerika berpendapat bahwa sastra bandingan memberi peluang untuk membandingkan sastra dengan bidang-bidang lain di luar sastra, misalnya seni, filsafat, sejarah, agama, dan lain-lain. Sedangkan mazhab Prancis berpendapat bahwa sastra bandingan hanya memperbandingkan sastra dengan sastra. Namun demikian, kedua mazhab tersebut bersepakat bahwa sastra bandingan harus bersifat lintas negara, artinya berusaha membandingkan sastra satu negara dengan sastra negara lain.

Metodologi penelitian sastra bandingan, menurut Endaswara (2011: 159-160), sastra bandingan memuat empat perspektif, diantaranya adalah komparatif. historis, teoritis, dan antardisiplin ilmu. Setelah menentukan perspektif penelitian yang akan diteliti, peneliti harus menentukan objek dan subjek. Objek adalah bahan penelitian yang akan dibahas, misalnya tema, tokoh, aspek sosial, kecerdasan emosi, dan sebagainya, sedangkan, subjek adalah karya sastra yang akan dibandingkan, misalnya cerpen, novel, puisi, dan sebagainya. Penentuan objek dan subjek, yaitu ditentukan pada sastra bandingan diakronik, apabila yang dibandingkan dua buah karya yang berbeda periode, dan  sastra bandingan sinkronik, apabila yang dibandingkan karya sastra dalam periode yang sama. Selanjutnya terdapat tiga persyaratan utama dalam sastra bandingan, yaitu  varian bahasa, varian wilayah, dan  varian politik.

Pengumpulan data pada proses penelitian menurut Endaswara (2011: 171-173) dapat bermacam-macam cara, tetapi yang perlu dipertimbangkan, diantaranya adalah karya sastra terjemahan, aspek geografis, persamaan yang diambil diantara perbedaan-perbedaan, dan penulis-penulis dari negara yang sama tetapi menulis dalam bahasa dan dialek yang berlainan. Setelah objek penelitian sudah dapat dipastikan memiliki varian, barulah menerapkan langkah-langkahnya, yaitu menyejajarkan unsur kata yang ada kemiripan tulisan dan bunyi, menyejajarkan unsur yang ada kemiripan makna, dan  menyejajarkan unsur kata yang memiliki konteks yang sama.

Sastra dunia menurut Stallknecht dan Frenz (1990:7) sastra dunia hanya melingkungi karya-karya yang mendapat pengiktirafan sejagat tentang kualiti atau sekurang-kurangnya penulis-penulis, serta penulis-penulis berikutnya yang telah mendapat tempat di hati pengkaji luar negeri.

Berdasarkan hal tersebut, sastra bandingan tidak terikat sama oleh kriteria kualiti, melainkan kajian sastera bandingan yang terkenal identiknya atau biasanya mengenai penulis-penulis ternama yang mewakili zamannya. Seperti sudah disinggung mengenai apa itu Nobel Sastra, sastra bandingan ini tidak hanya membandingkan karya-karya yang fenomenal, terkenal tetapi juga dapat membandingkan dengan karya yang meraih penghargaan, asalkan semua yang akan dibandingkan memiliki setidaknya tema yang sama dengan karya tersebut.

Selanjutnya, berdasarkan metode yang dijabarkan, sastra dunia hanya menganalis dari karya penulis itu saja. Seperti halnya pengarang dunia yang membuat karya dan hanya dapat menganalis karya itu sendiri,  dan objeknya hanya terpaku pada negara itu sendiri. Jika terdapat bandingan itu hanyalah sebuah pandangan kritis dan tidak bersifat sistematis.

Menurut Stallknecht dan Frenz (1990:8) unsur-unsur ruang, masa, kualiti dan intensiti memberikan perbedaan di antara sastra dunia dengan sastra bandingan. Seperti yang sudah disinggung mengenai mazhab Amerika dan mazhab Prancis, perbedaan konsep ini menjadi pemisah yang penting. Konsep sastra bandingan Amerika menekankan hubungan sastra dengan disiplin lain yang tidak terdapat pada sastra dunia. Selain itu, sastra bandingan Prancis juga mempunyai cara yang tidak ada pada sastra dunia, yaitu membandingkan karya penulis, aliran, tema antar satu negara dengan negara lain.

Perbedaan mengenai sudut pandang antara sastra bandingan dan sastra dunia, diantaranya pada ruang, waktu, kualitas, dan intensitas. Berdasarkan ruang, sastra bandingan berhubungan dengan karya pengarang dari dua negara, sedangkan sastra dunia biasanya menyeluruh pada dunia. Melalui waktu, sastra bandingan boleh membandingkan sastra dari jaman apa saja (lama atau baru), sedangkan sastra dunia ketokohan karya dapat dikaitkan dengan waktu kelahirannya dan sastra mutakhir tidak masuk dalam kajiannya. Dalam kualitas, karya yang dililih sastra bandingan untuk dibandingkan tidak ada kehebatannya, sedangkan sastra dunia hanya terbatas pada karya masterpiece. Intensitas karya sastra yang belum terkenal dapat terangkat ke atas, sastra dunia, sedangkan sastra dunia harus menunggu hasil dari sastra bandingan.

Perlunya kajian sastra bandingan, menurut Endraswara (2011: 12-18) bahwa alasan perlu adanya kajian ini, yaitu untuk memahami sastra secara dekat dam menyelami hakikat sastra. Faktor lainnya adalah akses hubungan antar negara yang kini semakin terbuka memunculkan karya sastra dari berbagai negara yang dapat dibandingkan. Asumsi dasar sastra bandingan yang paling penting adalah hadirnya unsur tambahan atau pengurangan dalam karya sastra,  terjadinya persilangan kreativitas di otak pengarang, pengarang adalah orang yang gemar meramu bacaan-bacaan masa silam, dan pengarang tidak selalu suci, bersih, atau steril dari bacaan dan pengalaman masa lalu. Asumsi-asumsi tersebut menjadi alasan mengapa perlu adanya sastra bandingan.

Adanya sastra dunia, selain bertujuan untuk membedah pada karya negara-negara itu sendiri, juga sebagai acuan untuk sastra bandingan melihat apakah karya tersebut dapat digunakan sebagai pembanding atau tidak. Karena itu, melihat dari hasil penjabarannya, sastra bandingan dan sastra dunia sangat berkaitan. Sastra bandingan  berkaitan atau berhubungan dengan dua negara, sedangkan sastra dunia hanya satu negara. Maka, sastra bandingan harus memasukkan paling tidak salah satu macam karya dari sastra dunia dan jika dibandingkan akan menjadi sebuah teori dan menghasilkan suatu analisis. Sastra bandingan bisa mengambil tugas dari sastra dunia, dan itu merupakan bagiannya. Sastra bandingan lebih luas, karena dapat ke berbagai macam dunia (negara-negara lain),  sedangkan sastra dunia hanya berkisar satu dunia itu saja.

 

Daftar Pustaka:

Damono, Sapardi Djoko. 2005. Pegangan Penelitan Sastra Bandingan. Jakarta: Pusat Bahasa.

Endraswara, Suwardi. 2011. Metodologi Penelitian Sastra Bandingan. Jakarta: BukuPop.

Hutomo, Suripan Sadi. 1993. Merambah Matahari: Sastra dalam Perbandingan.

Surabaya: Gaya Masa.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (via internet: http://kbbi.web.id/)

Wellek, Rena dan Austin Warren. 1989. Teori Kesusastraan (diterjemahkan Melani

Budianta). Jakarta: PT Gramedia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s