Dhika Anggoro Satrio

 


Lemahnya sosok wanita secara fisik jika dibandingkan dengan laki-laki merupakan salah satu dari berbagai alasan ter-realisasikannya ideologi patriarki dalam masyarakat. Laki-laki lebih dipercaya untuk memimipin, baik itu di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Kultur patriarki ini secara turun-temurun membentuk perbedaan perilaku, status, dan otoritas antara laki-laki dan perempuan di masyarakat yang kemudian menjadi hirarki gender.

Patriarki sangat sulit untuk dihilangkan dari masyarakat karena masyarakat tetap memeliharanya. Institusi dasar dalam pembentukan budaya patriarki adalah keluarga, di mana ideologi patriarki terpelihara dengan baik dalam masyarakat tradisional maupun modern. Sebagai unit terkecil dari patriarki, keluarga memberikan kontribusi besar dalam penguatan ideologi ini

Dalam novel Perempuan Di Titik Nol (yang selanjutnya akan ditulis PTN) diceritakan dari semasa kecilnya, tokoh utama harus berpisah dengan ibu kandungnya. Firdaus harus berpisah dengan ibunya karena ia harus tinggal bersama pamannya di kota.

Setelah itu, Firdaus mendapat perlakuan yang tidak senonoh dari lingkungan terdekatnya. Firdaus menjadi korban pelecehan seksual oleh pamannya. Seperti pada kutipan cerita di bawah ini:

“Saya melihat tangan paman saya pelan-pelan bergerak dari balik buku yang sedang ia baca menyentuh kaki saya… sampai paha.” (hlm. 20)

Pada bagian konflik intinya, Novel PTN memaparkan kehidupan Firdaus yang semakin tidak jelas. Ia seperti selalu dimangsa kebengisan kaum pria yang hanya ingin menikmati tubuhnya. Meskipun demikian, ia selalu tegar sehingga kehidupannya berangsur membaik. Ia mulai menikmati kehidupannya sebagai seorang pelacur kelas atas.

Dalam mencapai kesusksesan menjadi pelacur kelas atas, Firdaus sampai pada permenungan bahwa peran laki-laki dalam budaya patriarki mempunyai peran besar membentuk tubuhnya menjadi pelacur.

Saya tahu bahwa profesi saya diciptakan oleh seorang laki-laki. Karena saya seorang yang cerdas, saya lebih menyukai menjadi seorang pelacur yang bebas daripada menjadi seorang istri yang diperbudak.” (hlm. 133)

Hingga pada akhirnya ia terlibat kasus pembunuhan dan penganiayaan terhadap orang penting. Ia pun harus menerima hukuman mati.

Selanjutnya dalam novel Pramoedya yaitu Gadis Pantai digambarkan bagaiman budaya patriarki yang menindas dapat dilihat dari kutipan berikut:

Gadis Pantai menjatuhkan diri, mencium kaki Bendoro, kemudian memeluknya. Waktu Bendoro duduk di atas kasur ranjang, ia angkat kedua-duanya, ia cium telapaknya”, (Pramoedya Ananta Toer,2003:100).

Betapa hina dan lemahnya perempuan ketika bersua dendan laki-laki, tidak hanya menjadi pelayan, tapi juga menjadi hamba sahaya sang suami.

Kau milikku. Aku yang menentukan apa yang kau boleh dan tidak boleh, harus dan mesti kerjakan. Diamlah kau sekarang. Malam semakin larut”, (Pramoedya Ananta Toer, 2013:136).

Karena besarnya pengaruh kaum laki-laki di dalam keluarga, maka dialah yang mengambil suatu keputusan, dan haruslah bertindak atas dasar perintahnya.

Jadi cuman perempuan?”, (Pramoedya Anata Toer, 2003:253).

Kelahiran anak perempuan bukanlah menjadi dambaan setiap Ayah. Anak laki-laki, itulah yang diinginkan sang Ayah untuk meneruskan budaya patriakhi. Oleh karena itu lahirnya seorang bayi yang tidak sesuai dengan keinginan sang Ayah, akan berdampak buruk terhadap sang Ibu. A

Dalam budaya patriarki identitas perempuan diidentikkan dengan sifat lemah lembut dan membutuhkan perlindungan untuk membuatnya semakin lemah dan mudah didominasi. Mitos yang diciptakan tentang perempuan dalam budaya patriarki menghalangi perempuan untuk mengembangkan kekuatan serta potensi yang ada pada tubuhnya dan bukan untuk membuatnya kuat serta mampu bertahan dan berkreasi dalam menghadapi ketidakpastian hidup. Di dalam budaya patriarki kelemahan tubuh perempuan dijadikan sebagai kelemahan absolut sebagai jenis kelamin kedua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s