Ganesa Sangga Buana


Seorang perempuan akan terikat dalam suatu patriarki apabila sudah menikah. Segalanya menjadi serba terbatas dan dibawah komando suaminya. Dikaji dalam teori feminisme. Menurut Gerda Lerner (1986 : 236), terdapat beberapa definisi mengenai istilah feminisme. Diantaranya, (a) feminisme adalah sebuah doktrin yang menyokong hak-hak sosial dan politik yang setara bagi perempuan; (b) menyusun suatu deklarasi perempuan sebagai sebuah kelompok dan sejumlah teori yang telah diciptakan oleh perempuan; (c) kepercayaan pada perlunya perubahan sosial yang luas yang berfungsi untuk meningkatkan daya perempuan.

Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer Dan Novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal El-Saadawi mempunyai suatu sisi yang sama. Dipandang dari sisi feminism,kedua novel ini sama-sama memperjuangkan hak-hak perempuan. Melalui tokoh Gadis Pantai dalam novel Gadis Pantai ini,Pramoedya menggambarkan seorang wanita yang dinikahkan  oleh orang tuanya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih mapan dan disitulah mulai terjadi konflik-konfik yang lebih asyik dikaji melalui teori feminisme. Melalui tokoh yang bernama Firdaus pun dalam novel Perempuan Di Titik Nol, el-Saadawi menggambarkan seorang wanita dengan dunia malamnya bersama tindak kasar para pelanggnya. Novel ini pun lebih asyik dikaji dengan teori Feminisme.

 

Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer menceritakan seorang anak gadis yang usianya baru berusia empat belas tahun. Usia yang belum cukup untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Ia dinikahkan dengan seorang Bendoro dari kota yang diwakili oleh sebilah keris dan setelah itu langsung diboyong ke kota, ke tempat keluarga Bendoro tinggal. Konflik yang terjadi disini dimulai ketika dompet untuk urusan dapur hilang. Ternyata kerebat Bendoro yang mencurinya. Selanjutnya konflik yang menyangkut masalah feminism disini adalah kurang dihargainya kelahiran anak perempuan oleh Bendoro. Terlihat saat , Gadis Pantai ini melahirkan seorang bayi anak perempuan,Bendoro mulai terlihat sikap kurang peduli terhadap bayinya. Pada akhirnya ia diceraikan dan kembali ke kampung halamannya. Patriarki dalam rumah tangga yang membuat seorang perempuan tidak mempunyai kekuatan untuk membela dan akhirnya berakhir pada perceraian yang akan berdampak pada pihak perempuan itu sendiri.

 

Novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal El-Saadawi menceritakan, Firdaus adalah anak dari seorang petani, hidupnya sangatlah rumit dan penuh konflik. Ayah dan ibu Firdaus meninggal, Firdaus di asuh oleh pamannya. Kemudian ia dinikahkan dengan seorang laki-laki yang bernama Syekh Mahmoud, orang tua yang berumur 60 tahun yang kaya raya dan sangat pelit disertai dengan adanya bisul disekitar wajahnya. Untuk membalas budi sang paman, Firdaus pun menerima pinangan dari Syekh Mahmoud tersebut dan umurnya waktu itu adalah 18 tahun. Kajian Feminisme yang dikaji disini adalah sikap Firdaus yang merasakan kebosanan dalam bercinta bila dengan suami. Maksudnya adalah,jika bercinta dengan suami ia tidak dibayar dan melakukannya dengan cinta. Dari situ ia kembali menjadi pelacur. Sikap Firdaus ini tepat bila dikaji menggunakan Feminisme Radikal,dimana seorang perempuan yang bosan dengan ruang lingkup keluarga dan ingin merasakan hal lain di luar keluarga misal dengan merasakan seks dengan orang lain selain suami . Feminisme Radikal adalah feminisme dengan objek seks dan seputar persetubuhan seorang perempuan. Akhir cerita ini adalah Firdaus pun sadar dan menjadi perempuan yang tak mau lagi di injak-injak harga dirinya oleh kaum pria. Namun karena sang germo memaksa dan mengancamnya, Firdaus pun memegang sebilah pisau dan menghujamkan beberapa tusukan, sehingga akhirnya ia membunuh sang germo. Setelah peristiwa itu, ia segera menyerahkan diri kepada polisi dan akhirnya masuk penjara.

Dari kajian kedua novel, Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer Dan Novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal El-Saadawi memiliki persamaan-persamaan dalam konfliknya. Sama-sama dengan objek seorang perempuan. Perempuan dengan segala ketertindasan oleh seorang laki-laki yang pada akhirnya perempuan itulah yang menjadi korban. Gadis pantai yang pada akhirnya menanggung malu saat pulang ke kampung halamannya karena diceraikan oleh Bendoro dan perempuan yang bernama Firdaus yang mengakhiri hidupnya dengan menerima vonis hukuman mati karena ia berfikiran bahwa dengan vonis itu,ia bisa menjaga harga dirinya kembali sebagai perempuan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s