Agustiana Fazri, Claudia Putri, Faisal Fathur, Muhammad Rifqi,

Ria Tri Rahayu, Wahyu Nurhaeni, dan Ummi Anisa

(3 SI-S – Kelompok 3)


Tak banyak yang menyangka bila pria berusia 75 tahun itu terpilih sebagai penerima Nobel Sastra 2016. Sosoknya berhasil membuat Haruki Murakami, Ngugi wa Thiong’o, dan banyak sastrawan lain harus menunda perayaan atas penghargaan kesusastraan paling bergengsi sedunia itu. Penghargaannya atas Nobel Sastra memunculkan berbagai perbincangan. Banyak yang menentang, namun tak sedikit pula yang coba memahami pilihan Akademi Swedia terhadapnya. Sebab sebagai seniman, sesungguhnya ia lebih dikenal sebagai musisi dibandingkan sastrawan. Robert Allen Zimmerman, atau yang lebih kita kenal sebagai Bob Dylan, adalah seniman di balik perbincangan itu semua.

Bob Dylan lahir di Duluth, Minnesota, pada 24 Mei 1941. Dirinya terlihat mencintai musik sejak SMA, di mana Dylan mempelajari harmonika dan gitar, juga membentuk sebuah band bernama The Golden Cord. Setelah lulus, ia melanjutkan studi kesenian di Universitas Minnesota di Minneapolis. Sejak itu, Dylan mulai bermusik dari satu tempat ke tempat lain. Kadang ia membawakan folk song, kadang juga melantunkan blues. Perlahan namun pasti, dirinya mendapat sambutan positif, salah satunya seperti dikatakan Robert Shelton melalui New York Times. Sambutan positif itu terus berlanjut hingga John Hammond dari Columbia Records datang untuk menemuinya.

            John Hammond datang di 1962 untuk memproduseri album debut Dylan yang kebanyakan berisi lagu tentang rakyat. Setelahnya Dylan melesat semakin cepat. Ia begitu produktif dan mengarang banyak lagu. Salah satu yang membuatnya kian dikenal adalah Blowin in the Wind yang menjadi hit pop di musim panas 1963, yang mana lagu tersebut juga menjadi salah satu simbol gerakan hak-hak sipil dan semangat anti-perang. Sampai hari ini Dylan telah mengeluarkan kurang lebih 67 album serta berbagai kompilasi dokumen musik lainnya. Di antaranya The Freewheelin’ Bob Dylan (1963), Highway 61 Revisited (1965), Self Portrait (1970), dan yang paling terbaru yaitu Fallen Angels (2016).

Musikalitas Dylan begitu kuat sebab ia sering bertransformasi dalam banyak genre. Terhitung ia telah membawakan musik folk, blues dan country sebagai genre utamanya, juga rockabilly, elektrik, gospel, rock and roll, jazz serta swing. Dylan bahkan mampu melahirkan genre musik baru dalam kultur musik pop, seperti folk rock dan country rock. Selain itu, Dylan pun telah menyuguhkan banyak instrumen selama perjalanan karir musiknya. Mulai dari vokal, gitar, harmonika, piano, organ, hingga bas telah digunakannya. Singkat cerita, Bob Dylan dapat dikatakan sebagai musisi yang memahami jiwa musik itu sendiri.

Dalam lingkup kesenian yang lebih luas, Bob Dylan sejatinya memang tak hanya menggeluti musik. Tercatat pada dekade 90-an, Dylan sempat membagi fokusnya untuk menggeluti cabang seni lukis. Drawn Blank yang terbit di tahun 1994 adalah saksi di mana Dylan meluncurkan hasil lukisannya sejak rentan 1989-1992. Hingga saat ini dirinya rutin menerbitkan karya lukis dan semua portofolionya terarsip dalam laman bobdylanart.com sebagai bentuk lukisan berseri yang dapat dibeli oleh penikmat karya-karyanya.

Pada lain kesempatan, nyatanya Dylan sempat terhitung beberapa kali terlibat dalam produksi berbagai film, di luar kapasitasnya yang biasa menjadi penggubah musik. Pada 1970 ia menjadi aktor dalam Pat Garrett and The Billy the Kid yang disutradarai Sam Peckinpah, selanjutnya di 1987 dalam film-musikal Hearts of Fire. Bahkan Renaldo and Calara (1978) adalah sebuah film yang sempat disutradarai dan ditulis skenarionya langsung oleh Dylan. Kecintaannya terhadap praktik produksi karya, dalam hal ini menulis, nyatanya telah ia salurkan dalam banyak medium.

Jika meninjau polemiknya sebagai sastrawan, Dylan memang diketahui hanya menerbitkan satu buku sastra berjudul Tarantula pada 1971. Buku tersebut berisi puisi-prosa eksperimental koleksi Dylan yang ditulisnya pada 1965 dan 1966, dengan gaya penulisan yang dipengaruhi Jack Kerouac, William S. Burroughs, dan Allen Ginsberg. Adapun kedekatannya pada puisi memang sudah terlihat dari ungkapannya yang menyatakan bahwa ia adalah adalah penyair yang bernyanyi. Ia pun menunjukan bahwa lirik-lirik lagunya selama ini banyak diilhami tokoh-tokoh sastra seperti John Keats, Arthur Rimbaud dan Jack Kerouac. Satu yang penting, puisi memang melekat pada sosok Dylan. Sebab itu atas kekagumannya ia mengambil nama penyair Inggris, Dylan Thomas, untuk disematkan pada namanya.

Itu sekadar mengungkit hubungannya belakangan dengan penerimaan Nobel Sastra 2016 yang memang penuh kerumitan dan sulit ditebak. Pada penghargaan besar tersebut, terdapat beberapa orang ahli (termaktub dalam Akademi Swedia) yang tentu memiliki kriteria tersendiri saat memilih Dylan. Dalam satu rilisnya dinyatakan bahwa Bob Dylan telah menghadirkan ekspresi puitis baru dalam tradisi panjang nyanyian Amerika. Tentu poin puitis yang kelak menjadi perdebatan, apakah lirik lagu termasuk puisi atau bukan? Beberapa masa silam, bahkan Winston Churchill pun menerima penghargaan serupa atas penguasaannya dalam karya-karya sejarah dan biografi, serta pidato brilian dalam mempertahankan nilai kemanusiaan yang tinggi. Juga seorang jurnalis Belarusia, Svetlana Alexievich, yang tahun lalu berhasil menerima Nobel Sastra berkat karya jurnalistiknya yang bercorak naratif.

Di luar itu semua, upaya memahami Dylan memanglah sebuah perkara rumit dan seperti menelusuri trek peristiwa yang panjang. Semoga esai ini cukup membantu untuk mengenali siapa dan apa saja yang telah dikerjakan oleh Bob Dylan, sebelum akhirnya ia menerima Nobel Sastra yang tak kunjung digubrisnya hingga hari ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s