The Old Man And The Sea: Antara Ego Dan Diri Sendiri

Yudha Prasetya
3 SI S
2125140267

 

The Oldman And The Sea:
Antara Ego Dan Diri
Sendiri

 

Jika kau selalu menganggap laut itu menakutkan, maka tidak bagi Santiago, Si LelakiTua yang hidup dari laut. Baginya laut sangat indah dengan segala kehidupan di dalamnya. Ikan-ikan adalah sahabat baginya. Kurang lebih seperti itulah yang digambarkan oleh Ernest Hemingway dalam novella-nya yang berjudul The Oldman And The Sea atau terjemahannya ialah Lelak iTua Dan laut. Novella ini mampu mengganjar beberapa penghargaan seperti Hadiah Pulitzer 1953 dan Award of Merit Medal for Novel dari American Academy of Letters. Bahkan sampai dihargai dengan Hadiah Nobel Sastra pada 1954.

The Oldman And The Sea menggambarkan tentang nelayan dari Kuba yang belum mendapat ikan hingga 84 hari. Ini merupakan salah satu konflik utama yang terdapat dalam novella ini. Sebenarnya saya melihat dua konflik utama di dalamnya, yaitu konflik antara Lelaki Tua dengan sekitarnya dan juga antara Lelaki Tua dengan ikan tangkapannya. Sebagai seorang nelayan akan sangat aneh jika tidak pernah mendapat ikan satu pun dalam 84 hari. Apalagi hal itu dianggap sebagai harga diri seorang nelayan. Untuk itu ia bertekad menangkap ikan. Tak hanya ikan yang biasa tapi ikan yang sangat besar hanya untuk pembuktian dirinya kepada lingkungan sekitarnya yang juga para nelayan.

Ada tokoh lain yang sebenarnya ingin membantu Lelaki Tua itu, yaitu anak muda yang bernama Manolin. Orang tua Manolin memaksa anaknya untuk tidak ikut memancing lagi dengan Lelaki Tua itu karena tidak pernah mendapatkan ikan selama 84 hari. Tentunya ini memengaruhi sosiologis dari Lelaki Tua tersebut karena ia dianggap sudah tidak mampu untuk menjadi nelayan lagi.

Dalam konflik antara Lelaki Tua dengan ikan tangkapan itu saya jelas melihat adanya perang psikologi si Lelaki Tua. Ia tengah berusaha menangkap ikan marlin yang sangat besar bahkan tak pernah ia lihat. Ikan itu seakan menggambarkan kekuatan sebenarnya milik Lelaki Tua. Atau setidaknya mengingatkan akan dirinya ketika muda. Ia bertempur melawan ikan itu sebagai ajang pembuktian jati dirinya. Ia harus mampu menangkap ikan itu agar ia masih dianggap sangat layak bagi seorang nelayan. Apalagi ia selalu menganggap dirinya sangatlah kuat. Di sini ia bertarung melawan dirinya sendiri yang diwakilkan oleh ikan marlin itu. Bahkan ketika ikan itu terluka, Lelaki Tua tersebut juga ikut terluka. Di sinilah penggambaran ikan marlin tersebut merupakan sosok dari Lelaki Tua.

Dikatakan ia telah menangkap ikan marlin itu. Meski begitu ada kalimat di mana seakan mengatakan itu hanyalah halusinasi dari si Lelaki Tua. Apalagi ia sering berhalusinasi juga bahwa ia memiliki koran dan semacamnya di dalam gubuknya. Karena pada beberapa paragraf terakhir mengatakan bahwa itu adalah tulang dari ikan hiu. Hal tersebut tak menggambarkan ikan yang mana yang ditunjuk. Karena sebelumnya nelayan lain benar-benar mengukur ikan yang didapat tapi tak menjelaskan bahwa itu adalah ikan marlin atau pun hiu.

Lelaki tua juga sering memimpikan singa-singa dalam tidurnya. Entah itu adalah harapannya ataukah dulu ia memang pernah melihatnya. Hal yang aneh adalah mengapa ia sering memimpikan singa padahal ia selalu hidup di laut? Mengapa bukan ikan terbang yang selalu dilihatnya atau lumba-lumba dan ikan lainnya? Mimpi ini menggambarkan bahwa lelaki bisa diibaratkan sebagai singa. Singa adalah raja hutan dan mungkin saja si Lelaki Tua merupakan raja di lautan.

Yang terakhir ialah terdapat sebuah ideologi yang menggambarkan bahwa manusia adalah makhluk teratas dalam sebuah tingkatan makhluk hidup. Dikatakan bahwa manusia tidak bisa ditaklukan meskipun bisa dihancurkan. Hal ini juga berkesinambungan dengan mimpi singa-singa si lelaki tua. Mungkin Ernest sengaja membuat singa sebagai simbol kekuatan manusia yang mana susah untuk ditaklukan. Saya rasa hal itu yang membuat Santiago, si Lelaki Tua, selalu bermimpi singa-singa meskipun ia tak pernah melihatnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s