Simbol Sederhana dari Ernest Hemingway

Simbol Sederhana dari Ernest Hemingway

Zahra Salsabila, 2125140269

 

Dalam ruang lingkup kesusastraan dunia, nama besar Ernest Hemingway tidak dapat diragukan lagi. Kiprahnya dalam menelurkan berbagai macam karya-karya besar yang kemudian menjadi perbincangan orang-orang sejak dulu hingga saat ini memang sangat menakjubkan. The Old Man and The Sea, atau yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Lelaki Tua dan Laut adalah salah satu karyanya yang mendapat berbagai penghargaan dan juga pernah diangkat menjadi film.

Lelaki Tua dan Laut menceritakan tentang kehidupan seorang nelayan tua bernama Santiago yang digambarkan sebagai lelaki yang kesepian namun kuat dalam menjalani hidupnya yang keras. Awalnya, seorang anak laki-laki bernama Manolin mengikutinya berlayar. Namun, karena tidak ada satu pun ikan yang tertangkap, orang tua Manolin menyuruh Manolin untuk berlayar di perahu lain.

Sambil menunggu ikan datang menghampiri perahunya, Santiago yang sendirian sering dihampiri oleh suara-suara dalam pikirannya. Ia kerap berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Mengingat-ingat hal-hal yang telah dilaluinya selama ini dan bahkan menyemangati dirinya sendiri yang hampir mati kelaparan karena telah gagal mendapatkan ikan setelah 84 hari.

Sampai akhirnya ia merasa umpannya ditarik oleh seekor ikan. Seekor ikan yang sangat besar hingga ia bekerja begitu keras agar ikannya tidak lepas dari kailnya. Ternyata, ikan itu adalah ikan marlin yang panjangnya kurang lebih lima setengah meter. Ikan marlin tersebut ia lumpuhkan dan hendak ia bawa ke daratan. Namun, darah yang berceceran dari ikan tersebut mengundang hiu untuk datang. Akibatnya, ikan marlin itu pun tidak utuh seperti awalnya. Dan berkat semangat serta kerja kerasnya, Santiago berhasil membunuh hiu yang mengincarnya. Padahal, alat yang ia miliki hanya seadanya.

Akhirnya, ketika ia sampai di daratan, orang-orang mengerubunginya dan Manolin yang menyiapkan segala sesuatu untuknya. Santiago tertidur, ia merasa amat lelah terhadap apa yang telah dihadapinya.

Cerita dalam novel Lelaki Tua dan Laut ini sekilas memang sangat sederhana—perjuangan seorang nelayan untuk mendapatkan ikan, namun makna yang dapat digali dari novel ini tentunya sangat dalam bila kita dapat meniliknya secara saksama.

Santiago adalah lelaki tua yang sendirian menghadapi ganasnya kehidupan laut. Ia berjuang antara hidup dan mati untuk menyambung hidupnya. Ikan marlin dalam novel ini dapat dianggap sebagai simbol impian atau kesuksesan karena untuk memperolehnya butuh tekad dan semangat yang kuat. Santiago sendiri dapat dilihat sebagai simbol bagi diri kita yang memiliki impian untuk menuju suatu kesuksesan. Dan tentu saja hiu adalah simbol bagi para oknum yang kerap membuat kita merasa tidak percaya diri atau terpuruk dalam perjalanan untuk meraih kesuksesan.

Ya, Ernest Hemingway memang membuat cerita yang penuh filosofi dan nasihat hidup ini menjadi sangat sederhana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s