LAUT DAN HIDUP: KEMANAKAH ARUSNYA?

LAUT DAN HIDUP: KEMANAKAH ARUSNYA?

Oleh: Nita Oktaviya (2125143349)

Berbicara mengenai karya Ernest Hemingway, kita semua tahu bahwa ia telah menciptakan berbagai karya yang memberi pengaruh terhadap sastra dunia. Karya-karyanya pun sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, salah satunya yang telah di terjemahkan ialah The Old Man and the Sea. Novel The Old Man and The Sea diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Sapardi Djoko Damono dengan judul Lelaki Tua dan Laut. Novel ini telah memperoleh penghargaan Hadiah Pulitzer tahun 1953 dan Nobel Sastra tahun 1954.

Sepintas bila membaca judulnya, novel ini terlihat sederhana. Nyatanya, kisah yang diceritakan dalam novel ini begitu pelik dan sarat mengenai makna kehidupan. Dikisahkannya seorang Lelaki Tua bernama Santiago yang tinggal di Teluk Meksiko. Ia tinggal sendirian di sebuah gubuk dengan kesehariannya sebagai nelayan penangkap ikan besar. Namun, nasib sedang tidak berpihak kepadanya lantaran sudah delapan puluh empat hari ia tak mendapatkan ikan besar. Meski demikian, semangat Santiago dalam menjalani kehidupan tidak lekas surut, apalagi ketika ia mengingat seorang bocah laki-laki yang bernama Manolin.

Kini adalah saat untuk hanya memikirkan satu hal, hidupku ini. Hal 27

Manolin ialah seorang bocah yang setia menemani Santiago melaut sejak usianya lima tahun. Santiago mengganggap Manolin seperti anaknya sendiri, pun sebaliknya Manolin sangat kasih kepada Santiago. Sayangnya, Manolin disuruh ikut perahu lain oleh orangtuanya karena Santiago dianggap salao yakni paling sial di antara yang sial akibat delapan puluh empat hari tidak mendapat tangkapan. Meski begitu, Manolin masih sering mengunjungi gubuk Santiago untuk sekadar makan bersama, membawakan gulungan tali atau kait kecil, membelikannya umpan dan sardin.

Pada hari ke delapan puluh lima, Santiago kembali melaut dengan keyakinan bahwa ia akan membawa hasil tangkapan ikan besar. Maka ia pun mempersiapkan segalanya dengan membawa bekal seadanya, minum seadanya, dan tentunya ia melaut seorang diri tanpa bocah laki-laki menemaninya. Selama di laut, ia meyakini bahwa laut serupa perempuan atau sesuatu yang memberi atau menyimpan anugerah besar, dan kalaupun laut menjadi buas, itu karena terpaksa saja. Maka dengan keyakinannya tersebut dengan sabar ia menebar umpan yang sudah dibelikan Manolin sehari sebelumnya. Ia mendayung secara teratur mengikuti arus samudera.

Saat ditengah perjalanannya, ia merasa bahwa tali umpannya tersangkut oleh tubuh ikan. Ia meyakini bahwa hal itulah yang akan menjadi peruntungannya. Maka dengan teliti ia mengikuti arus laut serta kemanapun tubuh ikan itu berjalan.

Setiap hari adalah hari baru. Memang lebih baik kalau ada untung. Tetapi aku lebih suka berusaha untuk tepat. Lalu kalau untung itu datang kita sepenuhnya siap. Hal 21.

Ia berusaha keras menjaga tali tersebut tidak mudah terlepas, sampai untuk kesekian kalinya matahari tenggelam membuat ia harus bermalam di laut selama tiga hari dengan keadaan tangan yang sudah banyak luka akibat tali yang ditahannya, serta urat-urat yang senantiasa menegang. Hingga pada akhirnya, tali yang semula ditahan itu tidak membawa hasil, sebab ia terbawa terseret ke arah laut yang lebih jauh yaitu bertemu dengan hiu-hiu yang gagal ditaklukan. Pada akhirnya, ia kembali ke darat selamat meskipun tanpa hasil. Manolin yang mengetahui hal tersebut pun merasa sangat kasihan kepada lelaki Tua itu. Dirawatnya Santiago yang sehabis pulang berlayar dengan penuh kasih.

Tema yang diangkat dalam kisah novel ini memanglah sederhana, yakni mengenai perjuangan. Namun, dalam hal ini kita dapat mengambil maksud baik yakni meyakini bahwa hidup membutuhkan kerja keras, usaha yang pantang luruh, serta harapan yang pantang musnah. Terlebih lagi, novel ini lebih banyak menyinggung mengenai peran laki-laki, Santiago menyatakan bahwa dirinya ialah seorang laki-laki yang tidak boleh berhenti, tidak juga boleh menyerah.

Novel yang menggunakan alur maju ini sukses membawa pembacanya untuk memahami kisah sederhana dengan pemaknaan yang tak sederhana. Hal ini diyakini ketika banyak pelajaran berharga yang belum kita sadari semula menjadi hal yang semestinya kita lakukan dalam hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s