Dibalik kesabaran selama delapan puluh lima hari

Dibalik kesabaran selama delapan puluh lima hari

Ulya Yurifta – 2125143340

3 SI S

Ernest Hemingway adalah jurnalis yang berasal dari Amerika Serikat. Ernest sendiri membuat novella yang berjudul The Old Man and the Sea yang dimana ditulis di Kuba tahun 1951 dan diterbitkan tahun 1952. Menurut cerita yang sudah dibaca, cerita ini selalu diambil dari sedikit kehidupan yang tersembunyi lalu bisa terungkap. Namun kita sendiri harus berpikir secara hati-hati dalam membacanya.

Berikut dari awalan cerita yang dimana tokoh kakek tua bernama Santiago, yang di mana memiliki delapan puluh empat hari di arus teluk Meksiko untuk mencari ikan dan mendapat kesialan, yaitu tidak mendapatkan ikan. Santiago tidak sendirian, ia di temani oleh seorang anak laki-laki yang bernama Manolin. Tetapi, saat hari ke empat puluh, mereka berdua tidak menemukan seekor pun ikan yang berhasil ditangkap, orang tua anak laki-lakiitu pun menyuruhnya untuk ikut pada perahu lain.

Saat Santiago sendirian, ia mempunyai pemikiran kalau ia akan mendapatkan ikan. Dan benar, saat bersabar selama delapan puluh lima hari lamanya, kail Santiago di makan oleh ikan Marlin yang besar. Bukan main senangnya, Santiago senang. Dan tak lama itu ikan Marlin mengigit kail Santiago hingga perahu Santiago berputar-putar, belok kanan-kiri dan banyak arah yang lakukan oleh ikan Marlin tersebut agar lepas. Namun, Santiago tidak pernah menyerah, ia selalu berusaha untuk mengangkat kailnya itu, dengan sisa-sisa kekuatanyang dimilikinya dan kesabaran yang luar biasa ia menunggu ikan itumenyerah, naik ke permukaan sehingga ia dapat membunuhnya.

Pada akhirnya, tangan Santiago menjadi terluka akibat kuatnya ia menahan kail tersebut. Dan ikan itu menyerah dan tiba-tiba saja menuju ke permukaan. Saat itu Santiago mempunyai ide untuk menaruh ikan besar tersebut disamping perahu yang di mana sebelumnya ikan tersebut dibunuh oleh benda tajam. Saat di taruh disamping perahunya, ternyata ikan Marlin itu mengundang hiu-hiu yang mencoba ingin memakan ikan tersebut. Cobaan barupun datang lagi, kini Santiago kembali harus berjuang untuk membunuh dan mengusir ikan-ikanhiu itu guna menyelamatkan ikan tangkapannya yang telah iaperoleh dengan susah payah dan belum tentu semua orang yangseusianya dapat melakukannya.

Dan pada akhirnya, bisa ditangkap kalau kisah diatas adalah sebuah novella terkenal. Karya ini adalah karya yang pasti di baca oleh kalangan masyarakat karena pesan-pesan yang di sampaikan dalam cerita ini tidak akan pernah hilang oleh perubahan zaman yang kian modern ini. Kisah ini pula, mengajarkan kita akan arti persahabatan, pelajaran dalam hidup yang dramatis. Kisah lelaki tua yang mengajarkan kita untuk menjadi seseorang yang sabar, mempunyai kekuatan hati serta semangat yang tidak pernah habis diakibatkan oleh keadaan.

Dalam cerita ini juga, ada sedikit nilai persahabatan yang pekat. Antara Santiago dan Manolin. Walau hanya adegan meraka di awal dan di akhir, tetap saja adanya kekuatan dalam cara mereka berkomunikasi, saling membantu keduanya. Walau Manolin dilarang oleh kedua orang tuanya untuk berlayar karena reputasi Santiago yang buruk dalam hal menangkap ikan, Manolin tak lantas meniggalkan dan meremehkannya. Ia tetap melayani gurunya dan menyediakan semua keperluannya sebelum dan setelah si lelaki tua berlayar seorang diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s