Cerita Laut

Cerita Laut

Mia Karnia Sari / 2125142212 / 3 Sastra Indonesia – Sastra

 

Membaca sebuah karya sastra dalam rupa novel fiksi  telah menjadi agenda indah bagi penikmat sastra. Bahkan belakangan sering diketahui bahwa makin banyak orang yang membaca karya sastra sebagai konsumsi wajib. Hal ini semakin memberikan ruang bagi para sastrawan untuk menelurkan karya-karya sastra dalam intensitas yang lebih giat.

Suatu karya sastra baik dari dalam negeri mau pun luar negeri kini mulai memiliki ruang tersendiri di hati para penikmatnya. Novel fiksi misalnya, karya sastra semacam ini selalu menawarkan daya pikat dengan begitu banyak keunikan di dalamnya. Masing-masing novel fiksi menyuguhkan keunikan yang begitu khas, mempersembahkan imajinasi dari penulisnya dengan gaya-gaya yang  aduhai.

Berbicara perihal keunikan pada tiap-tiap karya sastra, novel khususnya membawa saya kembali pada tahun 1954. Di tahun tersebut Ernest Hemingway ialah sastrawan asal Amerika berhasil menyabet Nobel Sastra melalui novel fiksi miliknya yang berjudul The Old Man and The Sea atau Lelaki Tua dan Laut. Ini adalah sebuah novel dengan makna yang mendalam seputar kehidupan.

Dari judulnya saja mampu kita raba bahwa novel karya Hemingway ini berlatar di lautan. Novel ini bercerita tentang Santiago, seorang lelaki yang telah berumur dan bekerja sebagai nelayan. Kehidupannya sebagai nelayan sedang berada pada masa keterpurukan. Selama hampir kurang lebih tiga bulan ia pergi berlayar untuk menangkap ikan. Kesedihan terus membersamai pelayarannya tersebut. Pengorbanan demi memperoleh ikan yang ia inginkan pun dilalui dengan kesungguhan serta tekad yang tak terbantahkan. Hingga ia mendapati mata pancingnya digerakkan oleh seekor ikan marlin berukuran raksasa pada saat itu.

Rupanya pelayaran getir Santiago baru saja dimulai. Marlin raksasa yang telah berhasil diikat pada kapalnya telah diincar lalu dicabik-cabik oleh ikan hiu. Hal ini tentu amat mengusik Santiago hingga ia berhasil memenangkan pertarungan dahsyat dengan ikan hiu demi membawa pulang marlin raksasa hasil tangkapannya. Nasib buruk tak mampu dihindari, marlin raksasa yang diperoleh Santiago tak memiliki wujud utuhnya lagi.

Kutipan cerita Santiago dari laut itu ditulis dengan sederhana namun tak lepas dari makna yang ingin disampaikan oleh Hemingway pada pembacanya. Hemingway begitu sepakat dengan rangkaian kalimat yang langsung menjurus pada inti-inti permasalahan hidup yang ia tuturkan melalui novelnya. Ini merupakan keunikan yang terhimpun dalam Novel Lelaki Tua dan Laut. Keunikan itulah yang mampu membawa para pembaca dalam memaknai suatu proses hidup senyatanya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s