Oleh: Nicko. P

Pertama, ketika mendengar nama seorang Hemingway─seperti sebuah keanehan bagi kita semua. Keanehan yang membuat setiap pembacanya merasa masuk ke dalam sertiap tulisannya. The Old Man and The Sea, setiap penikmatnya pasti merasa ingin berburu buku itu. Lalu, terima kasih untuk Sapardi dan para penerjemah lainnya, berkat mereka kekurangan mengerti akan bahasa asing bisa teratasi. Tidak ada nomor dua, tiga, bahkan empat.

Santiago nama lelaki tua itu. Si Nelayan tua yang bernyali besar untuk berada di sebuah teluk Meksiko seorang diri. Mulanya, Santiago memang hanya berniat untuk menangkap di dekat perairan yang cukup tenang saja. Arus laut memang begitu aduhai ketika malam tiba untuk merebahkan jubah hitamnya. Laut pasang, perahu yang dikendarai Santiago melaju hingga perairan yang cukup dalam. Bekal yang dibawa rasanya cukup untuk mengarungi lautan dalam beberapa hari. Lumba-lumba-pun tak luput menjadi santapannya. Hanya garam yang Ia butuhkan saat itu.

Hemingway rasanya tahu betul, bagaimana cara membuat ketegangan untuk para pembacanya. Tentu saja, ketika kita membaca The Old Man and The Sea kita seolah berada di laut itu sendiri. Tegangnya Santiago ketika melawan Hiu ganas yang memakan ikan besar tangkapannya selama 4 hari berada di laut. Menusuk kepala hiu menggunakan pisau dan memukulnya dengan tongkat. Sungguh, kalian akan terbawa sendiri oleh cerita itu. Terlebih ketika kita tahu, bagaimana Santiago sangat mengagumi Di Maggio, seorang pemain baseball untuk tim Yankee. Ketertarikannya hanya sebatas, Ayah Di Maggio yang juga seorang nelayan, lalu Santiago turut menyukainya.

Laut memang begitu indah, ketika sedang tenang. Cicipilah, ketika Ia sedang pasang. Di dalam cerita ini memang begitu menyakitkan pikiran. Kita, seorang Pembaca─akan merasa kesal, jengkel, bosannya kesendirian di laut lepas, bahkan kesedihan-pun larut di dalamnya.

Santiago memang Lelaki Tua, rasanya Ia sudah cukup rentan untuk menangkap ikan seorang diri. Kejiwaan Santiago tergambar ketika Ia berbicara seorang diri dan percakapan dengan seekor burung yang hinggap hanya untuk beristirahat. Lelaki tua itu gila, akan keheningan. Yang dirasa memang pantas didapatnya. Kapal, daratan, atau apapun sejeninya. Tidak ada yang terlihat oleh pelupuk mata Santiago. Kecelakaan yang membuat tangannya kejang-pun merupakan faktor kegilaan Santiago untuk berbicara sendiri. Ia selalu berkata “Harusnya, anak lelaki itu ada di sini.”

Anak lelaki itu teramat baik untuk Santiago. Membawakan ikan sarden untuk bekalnya di laut. Sebelumnya, Ia juga ikut menangkap ikan bersama Santiago. Tepat 87 hari yang lalu, ketika Santiago bisa menangkap lebih dari satu ikan. Namun, ketika mendengar kabar ada seorang nelayan yang peruntungannya lebih mujur dari Santiago. Orang tua si anak lelaki itu selalu menyarankan agar anaknya ikut dengan nelayan itu saja, dan tinggalkan Santiago.

Petualangan di sebuah laut lepas tergambar secara aduhai di dalam cerita ini. Lagi, Hemingway membuat kejutan indah untuk pembaca setianya. Pembaca pasti akan kecewa dan kesal, ketika mereka tahu jika hasil tangkapan Santiago di makan oleh kawanan hiu. Perlawanan Santiago memang begitu maksimal.  Kekuatan lengan yang Ia miliki memang tidak sia-sia, pantas saja seorang Negro harus susah payah ketika adu panco dengan Santiago. Satu hari satu malam pertandingan berlangsung, dan si Lelaki tua memenangkan pertandingan. Il Campione. Dan gelar itu hanya bertahan dalam beberapa hari.

Pembaca diyakini untuk berada di dalam laut tersebut. Pembaca seolah dirasuki jiwa Santiago dan menjadi Santiago. Bertarung melawan hiu, adu panco melawan Negro, mempunyai lengan kiri yang kejang, memakan daging lumba-lumba mentah, dan memiliki impian untuk ke Afrika untuk melihat singa-singa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s