oleh :

ANTONIA KURNIATI

Abstrak: – Lirik lagu adalah ekspresi tentang sesuatu hal yang dilihat atau didengar seseorang atau yang dialaminya. Dengan melakukan permainan kata serta bahasa untuk menciptakan daya tarik dam kekhasan terhadap lirik lagu yang dilakukan oleh seorang pencipta lagu. sebuah lagu terdiri dari beberapa unsur, yaitu: melodi, lirik, aransemen, dan notasi. Lirik adalah syair atau kata-kata yang disuarakan mengiringi melodi. di dalamlagu  terdapat beberapa gaya bahasa dan pencitraan yang diciptakan oleh pengarangnya untuk memperindah lirik lagu.

 

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan citraan, majas, dan makna dalam lirik lagu Kau Seputih Melati Sammy Simorangkir: Tinjauan Stilistika. Penelitian ini  menggunakan  metode  kualitatif  diskriptif.  Sumber  data  penelitian  ini adalah kumpulan lirik lagu Kau Seputih Melati Sammy Simorangkir. Data dalam penelitian ini berwujud ungkapan yang terdapat dalam lirik lagu Kau Seputih Melati Sammy Simorangkir.  Pengumpulan  data  dalam  penelitian  ini  adalah  teknik pustaka  simak  dan  catat.Teknik  validasi  data  menggunakan  triangulasi sumber. Teknik analisis data dengan memanfaatkan metode pembacaan model semiotik yang terdiri atas pembacaan heuristik dan hermeneutik. Pelaksanaan penellitian menggunakan kerangka berfikir induktif. Prosedur penelitian meliputi tahap persiapan, pengumpulan data, analisis data dan penyusunan laporan penelitian. Berdasarkan analisis data, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa factor kemenarikan lirik lagu karya Sammy Simorangkir adalah    citraan yang bervriasi dalam lirik lagu Kau Seputih Melati Sammy Simorangkir meliputi dua jenis citraan. Dari kedua jenis citraan, citraan penglihatan yang paling dominan. Disusul citraan penciuman. Penggunaan majas sebagai media untuk memperoleh dan menciptakan citraan sehingga gambaran lebih jelas dan hidup. Penggunaan majas metafoa merupakan   majas   yang   paling   dominan.   Hampir tidak ada majas lain dalam lagu ini.

Kata kunci: Citraan, Majas, Lirik lagu, Stilistika.

  1. PENDAHULUAN

Sastra sering disebut dengan dunia dalam kemungkinan. Sastra juga dapat dikatakan sebagai dunia dalam kata. Hal ini disebabkan dunia yang  diciptakan,  dibangun,  diabstraksikan  sekaligus  ditafsirkan  lewat kata-kata dan juga lewat bahasa. Menurut Nurgiantoro (2007:272) untuk memperoleh efektifitas pengungkapan, bahasa dalam sastra disiasati, dimanipulasi dan didayagunakan secermat mungkin sehingga tampil dengan sosok yang berbeda dengan bahasa non sastra.

 

Karya  sastra  memiliki  beberapa  kajian.  Salah  satunya  adalah kajian stilistika. Stilistika (stylistics) menyaran pengertian studi tentang stile Leech dan Short (dalam Nurgiantoro, 2007:279), kajian terhadap wujud performansi kebahasaan, khususnya yang terdapat di dalam karya sastra. Cabang dari ilmu sastra yang mengkaji terhadap perwujudan performansi kebahasaan, khususnya yang terdapat dalam karya sastra adalah stilistika. Stilistika adalah nama lain dari istilah gaya bahasa. Lebih khusus lagi, gaya bahasa yang dimaksud adalah penggunaan bahasa dalam karya sastra. Titik berat kajian stilistika itu sendiri memang terletak pada penggunaan bahasa dan gaya bahasa suatu karya sastra. Kajian ini pula bertujuan untuk meneliti aspek khusus pemakaian bahasa dalam karya sastra, seperti kekhasan dalam pemanfaatan bunyi-bunyi bahasa (rima dan ritma), aspek morfologis, sintaksis, diksi, penggunaan kata-kata konkret, dan bahasa figuratif (majas), atau penggunaan citraan (pengimajian kata/ imagery).

Lirik lagu adalah ekspresi tentang sesuatu hal yang dilihat atau didengar seseorang atau yang dialaminya. Dengan melakukan permainan kata serta bahasa untuk menciptakan daya tarik dam kekhasan terhadap lirik lagu yang dilakukan oleh seorang pencipta lagu.

Seperti permainan vokal gaya bahasa dan penyimpangan makna kata merupakan permainan bahasa dalam menciptakan lirik lagu. Selain itu juga notasi musik dan melodi yang disesuaikan dengan lirik digunakan untuk memperkuat lirik, sehingga pendengar semakin terbawa dengan apa yang dipikirkan pengarangnya (Awe, 2003, p.51). Definisi lirik atau syair Lagu dapat dianggap sebagai puisi begitu pula sebaliknya dan sesuai dengan Jan van Luxemburg (1989) seperti definisi mengenai teks-teks puisi tidak hanya mencakup jenis-jenis sastra melainkan juga ungkapan yang bersifat iklan, pepatah, semboyan, doa -doa dan syair lagu pop. Harus diketahui apa yang dimaksud dengan puisi bila definisi lirik lagu dianggap sama dengan puisi. Puisi menurut Rachmat Djoko Pradopo (1990) merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting dan digubah dalam wujud yang berkesan.

 

Sedangkan menurut Herman J. Waluyo (1987) mengatakan puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa pada struktur fisik dan struktur batinnya. Maksudnya bahasa yang digunakan harus dibedakan dengan bahasa sehari-hari atau bahkan bahasa ilmiah dan bahasa yang digunakan penuh ambiguitas dan memiliki segi ekspresif yang justru dihindari oleh ragam bahasa ilmiah dan bahasa sehari-hari (Awe, 2003, p. 49). Karena sifat yang ambigu dan penuh ekspresi ini menyebabkan bahasa sastra cenderung untuk mempengaruhi, membujuk dan pada akhirnya mengubah sikap pembaca (Wellek & Warren, 1989, p. 14-15). Bubungan antara unsur musik dengan unsur syair atau lirik lagu merupakan salah satu bentuk komunikasi massa dari lagu yang terbentuk, dan lagu oleh komunikator kepada komunikan dalam jumlah yang besar melalui media massa berfungsi sebagai media penyampaian. Dengan melalui lirik lagu yang berupa pesan maupun lisan dan kalimat – kalimat berfungsi untuk menciptakan suasana serta gambaran imajinasi kepada pendengar dan menciptakan makna yang beragam. Fungsi dari lagu sebagai media komunikasi seperti bersimpati tentang realitas dan cerita imajinatif.

Penelitian   ini   meneliti   mengenai   citraan   dan   majas   yang

terkandung dalam lirik lagu Sammy Simorangkir. Citraan merupakan sebuah gambaran   pengalaman      indra   yang   diungkapkan   lewat   kata-kata, gambaran  pelbagai  pengalaman  sensoris  yang  dibangkitkan  oleh  kata- kata. Pencitraan merupakan suatu gaya penuturan yang banyak dimanfaatkan dalam penulisan sastra. Ia dapat dipergunakan untuk mengkongkritkan pengungkaan gagasan-gagasan yang sebenarnya abstrak melalui kata-kata dan ungkapan yang mudah membangkitkan tanggapan imajinasi.  Dengan  daya  tanggapan  indra  imajinasinya,  pembaca  akan dapat dengan mudah membayangkan, merasakan, dan menangkap pesan yang ingin disampaikan pengarang. Citraan memberikan kemudahan bagi pembaca. Dengan mengunakan citraan kata yang tepat, maka pendengar atau pembaca  secara tidak langsung ikut terbawa ke dalam suasana yang diceritakan dalam karya sastra tersebut (Pradopo, 2007:304).

Bahasa figuratif adalah alat untuk meyakinkan atau mempengaruhi pendengar atau pembaca. Bahasa figuratif juga berkaitan dengan situasi dan suasana karangan artinya bahasa figuratif dapat diguanakan dalam mengisi materi sehingga dapat menciptakan perasaan hati tertentu bagi pendengarnya misalnya, kesan baik atau buruk, senang atau tidak senang dan sebagainya (Pradopo, 2007:297).

 

  1. METODE PENELITIAN

Jenis  penelitian  yang  digunakan  dalam  mengkaji  lirik  lagu  “Kau Seputih Melati” karya Sammy Simorangkir adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan   masalah   yang   diajukan   dalam   penelitian   ini   yang   lebih menekankan proses dan hasilnya, penelitian ini termasuk penelitian kualitatif diskriptif, maka penelitian ini dapat dikategoriakn sebagai kasus terpancang (Embedded Case Study Reseach). Jenis penelitian ini diupayakan mampu menangkap berbagai informasi kualitatif deskriptif dari berbagai gejala, peristiwa  pada  saat  penelitian.  Penelitian  ini  penuh  nuansa  berharga  dari sekedar pernyataan jumlah atau frekuensi dalam bentuk angka. Strategi yang digunakan adalah studi kasus (Case Study). Penelitian ini bermaksud untk menggambarkan secara rinci dan mendalam tentang potret kondisi yang sebenarnya terjadi seperti keadaan nyata. Karena permasalahan serta fokus penelitian ini sudah ditentukan peneliti sebelum terjun dan menggali permasalahan di lapangan (Sutopo, 2002:78).

 

 

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini Data yang  berhasil  digali  selanjutnya  dikumpulkan  dan  dicatat.  Dalam  kegiatan penelitian  harus  diusahakan  kemantapan  dan  kebenarannya  oleh  karena  itu setiap peneliti harus bisa memilih dan menentukan cara-cara yang tepat untuk mengembangkan validitas data yang diperolehnya. Pengumpulan data dengan pelbagai tekniknya harus benar-benar sesuai dan tepat untuk menggali data-data yang benar-benar diperlukan oleh peneliti (Sutopo, 2002:78).

Teknik   pengumpulan   data   dalam   penelitian   ini   adalah   studi kepustakaan yakni studi tentang sumber-sumber yang digunakan untuk mencari data-data   mengenai   hal-hal   lain   yang   menunjang   penelitian   (Arikunto,

1989:188). Data yang didapat berupa lirik lagu maka harus disimak, dicatat, kemudian dijadikan landasan teori dan acuan dalam hubungan dengan obyek yang akan diteliti dalam lirik lagu Kau Seputih Melati Sammy Simorangkir. Data yang  terdapat  dalam  lagu  tersebut  adalah  data  yang  hanya  bisa  diperoleh dengan penyimakan intensif terhadap sumber data dengan mengacu pada obyekpenelitian.

 

Teknik simak dan catat adalah suatu teknik yang menempatkan peneliti sebagai instrument kunci dengan melakukan penyimakan secara cermat, terarah dan teliti terhadap sumber data primer yaitu lirik lagu Kau Seputih Melati.  Hasil  penyimakan  itu  kemudian  dicatat  sebagai  sumber  data  dan digunakan dengan maksud dan tujuan peneliti.

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode pembacaan model semiotik yakni heuristik dan hermneutik. Riffaterre (dalam Al-Ma’ruf,

2009:148). Pembacaan heuristik adalah pembacaan menurut sistem semiotik tingkat pertama yakni pembacaan menurut konvensi bahasa Pembacaan hermeneutik (retroaktif) adalah pembacaan berulang-ulang dengan memberikan interpretasi berdasarkan sistem tanda semiotik tingkat pertama sesuai dengan konvensi sastra (Al-Ma’ruf, 2009:148). Pembaca melakukan interprestasi secara referensial melalui tanda linguistik. Realisasi pembacaan heuristik dapat berupa sinopsis, pengungkapan teknik cerita dengan gaya bahasa yang digunakan.

 

Dengan  memanfaatkan  metode  pembacaan  model  Semiotik  yang terdiri atas pembacaan heuristik untuk mendiskripsikan stilistika Ebiet G Ade sebagai tanda kebahasaan dan hermeneutik yaitu membaca berulang-ulang dengan inerpretasi.

 

Pelaksanaan penelitin ini menggunakan kerangka berfikir induktif (Hadi, 1984:42). Metode induktif adalah metode dengan langkah-langkah menelaah terhadap fakta-fakta yang khusus, peristiwa yang konkret kemudian dari fakta-fakta yang khusus itu ditarik generalisasi-generalisasi yang mempunyai sifat umum. Realisasi dalam berfikir induktif, dalam penelitian adalah dengan menyimak atau mendengarkan lagu Kau Seputih Melati, Sammy Simorangkir terlebih dahulu untuk menemukan peristiwa-peristiwa yang ada dalam lagu tersebut, kemudian dihubungkan dengan kejadian-kejadian dalam kehidupan nyata

 

  1. HASIL

 

Lirik lagu: Kau Seputih Melati

Kau bunga di tamanku
Di lubuk hati ini
Mekar dan kian mewangi
Melati pujaan hati

Bersemilah sepanjang hari
Mewarnai hidupku
Agar dapat kusadari
Artimu bagiku
Kau melati putih dan bersih
Kau tumbuh diantara belukar berduri
Seakan tak peduli lagi
Meski dalam hidupmu kau hanya memberi
Kau tebar harum sebagai tanda
Cinta yang tlah kau hayati
di sepanjang waktu

Mekar dan kian mewangi
Melati pujaan hati
Bersemilah sepanjang hari
Mewarnai hidupku
Agar dapat kusadari
Artimu bagiku

Kau melati putih dan bersih
Kau tumbuh diantara belukar berduri
Seakan tak peduli lagi
Meski dalam hidupmu kau hanya memberi
Kau tebar harum sebagai tanda
Cinta yang tlah kau hayati
di sepanjang waktu

 

Tabel Data Analisis

No Bait lagu Majas Citraan
1. Kau seputih melati Metafora Penglihatan
2. Kau bunga di tamanku
Di lubuk hati ini
Mekar dan kian mewangi
Melati pujaan hati
Metafora Penglihatan

Penglihatan

Penciuman

3. Bersemilah sepanjang hari
Mewarnai hidupku
Agar dapat kusadari
Artimu bagiku
   
4. Kau melati putih dan bersih
Kau tumbuh diantara belukar berduri
Seakan tak peduli lagi
Meski dalam hidupmu kau hanya memberi
Kau tebar harum sebagai tanda
Cinta yang tlah kau hayati
di sepanjang waktu
Metafora Penglihatan

Penglihatan

Penciuman

5. Mekar dan kian mewangi
Melati pujaan hati
Bersemilah sepanjang hari
Mewarnai hidupku
Agar dapat kusadari
Artimu bagiku
  Penglihatan

Penciuman

6. Kau melati putih dan bersih
Kau tumbuh diantara belukar berduri
Seakan tak peduli lagi
Meski dalam hidupmu kau hanya memberi
Kau tebar harum sebagai tanda
Cinta yang tlah kau hayati
di sepanjang waktu
Metafora Penglihatan

 

 

 

 

 

Penciuman

 

 

Interpretasi Data

 

Lirik lagu “Kau Seputih Melati” karya Sammy Simorangkir mengisahkan tentang seorang lelaki yang mengumpakan perempuan yang ia kagumi atau yang ia citai dengan “melati”. Kita semua tahu bahwa “melati” merupakan simbol dari kesucian. Cinta suci seorang wanita untuk suami, anak-anak dan bangsanya adalah cinta sejati. Cinta yang tak berlebihan, tak berharap balasan terlalu besar. Cukuplah penghargaan sebagai seorang istri, ibu bagi ana-anaknya, dan bakti bagi bangsanya, sebab suatu bangsa akan baik, jika kaum wanita baik.

Dia memberikan sepanjang hidupnya untuk cintanya yang agung tercurah senantiasa untuk orang-orang yang dicintainya, bagi siapa saja. Cintanya bagaikan melati yang harum mewangi, meski tumbuh di tengah belukar sekalipun. Putih tanpa noda, tak tercela, senantiasa menyapa di pagi hari di balut embun yang bening dengan senyum kasih sayangnya. Membuat siapapun akan damai ditengah kehadirannya dan akan kehilangan dan mencarinya jika sedetik saja tanpanya.

Tetaplah begitu wahai melati putihku. Bersemilah selalu dalam hatiku. Hiasi hidup ini dengan harum cinta dan kasihmu. jadilah surga bagi suami, anak-anak, dan bangsamu. Kehadiranmu adalah pancaran cahaya surga. Kebaikanmu akan terukur indah dalam sanubari umat manusia. Jadilah kau wanita terbaik, yang pantas dikenang sepanjang masa.

 

Dari tabel analisis data di atas terlihat bahwa majas yang dominan adalah majas metafora.

Metafora merupakan, pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan. Judul lagu “Kau Seputih Melati” menjelaskan bahwa penyair membandingkan kesucian seorang perempuan dengan kata “seputih melati”. Kata melati ini sudah lazim kita gunakan dalam membandingkan tentang kesucian. Penyair juga menggunakan kata-kata “Kau bunga di tamanku “ yang membandingkan seorang perempuan dengan bunga. Hakikat bunga dalam kehidupan kita adalah tumbuhan yang indah, yang memikat siapa pun yang melihatnya. Kebiasaan manusia dalam hal ini adalah laki-laki, ketika sedang jatuh cinta maka ia akan memberikan bunga kepada sang gadis yang memikat hatinya. Sedangkan citraan dalam lagu ini hanya ada dua yaitu citraan penglihatan “Kau bunga di tamanku”. Citraan penglihatan merupakan segala sesuatu yang bisa dilihat dengan indra mata.selain citraan penglihatan ada juga citraan penciuman yang terdapat dalam puisi ini yaitu pada lirik “kau tebar harum”. Citraan penciuman merupakan segala sesuatu yang bisa dibaui oleh indra pencium yaitu hidung.

 

  1. KESIMPULAN

 

Berdasarkan pengkajian Stilistika pada lirik lagu kau seputih melati Sammy Simorangkir dan pengkajian maknanya berdasarkan pendekatan semiotik dapat dikemukakan simpulan sebagai berikut:

 

  1. 1. Stilistika  lirik  lagu  kau seputih melati Sammy Simorangkir memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri yang berbeda dengan karya musisi Kekhasan stilistika lirik kau seputih melati Sammy Simorangkir tersebut terlihat pada citraan yang digunakan Sammy Simorangkir sebagai gambaran angan untuk menjadikan gambaran secara nyata (konkret) yang dapat kita dengar dan rasakan serta pemakaian majas atau bahasa kias yang dapat membangkitkan suasana dan kesan  tertentu  bagi  pendengar  sehingga  mempengaruhi  keindahan  lirik lagu Sammy Simorangkir.
  2. 2. Citraan dalam Lirik Lagu Sammy Simorangkir meliputi dua jenis citraa Dari kedua jenis citraan dalam lirik lagu kau seputih melati, citraan penglihatan yang paling dominan.
  3. Dalam lirik lagu  Sammy Simorangkir,  terdapat  majas  yang  paling  banyak digunakan adalah majas metafora. Penggunaan majas metafora yang sangat dominan oleh Sammy Simorangkir menunjukkan bahwa penyair ingin menyampaikan gagasan, ide atau pemikirannya secara nyata dan estetis serta memenuhi ketepatan makna.

 

 

  1. SARAN
  2. 1. Guru bahasa Indonesia dapat mengajar bermacam-macam citraan dan majas dan makna gaya bahasa sehingga dapat menggunakan gaya bahasa dalam pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari dengan baik dan bena
  3. 2. Bagi pembaca dan pendengar lagu Sammy Simorangkir yang budiman, terutama untuk mengetahui jenis citraan dan majas apa saja yang digunakan dalam lirik lagu dalam albumnya, sehingga dapat mengetahui perkembangan dan penggunaan citraan dan majas dalam lirik lag
  4. 3. Bagi peneliti, alangkah baiknya apabila menyempurnakan penelitian ini untuk menggambarkan penelitian citraan dan majas pada lirik lagu lain selain  lagu Sammy Simorangkir karena masih banyak lagu lain yang menggunakan berbagai macam pencitraan dan majas dalam penulisannya.

 

  1. DAFTAR PUSTAKA

 

http://eprints.ums.ac.id/21871/12/02._NASKAH_PUBLIKASI.pdf

Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s