Ibnu Hafizh Baihaqi

                Sosiologi sastra, adalah sebuah pendekatan untuk karya sastra, dimana terdiri dari dua kata yaitu sosiologi dan sastra. Sosiologi sastra, seperti yang telah penulis pelajari ketika sekolah menengah, adalah ilmu mengenai masyarakat dimana yang dikaji adalah gejala-gejala yang terjadi pada masyarakat dan kehidupan masyarakat itu. Sedangkan sastra, adalah, secara umum merupakan bentuk tulisan yang mempunyai keindahan.

 

Di dalam sosiologi sastra, terdapat tiga aspek untuk dapat mengkaji sebuah karya sastra. Pertama, sosiologi pengarang, dimana yang dilihat adalah pengarang sebagai penghasil karya sastra yang ditinjau dari prilaku pengarang , status sosial, dan ideology sang pengarang itu sendiri. Kedua adalah sosiologi karya sastra dimana hal itu menyangkut dengan karya sastra itu sendiri yang memuat tujuan dan pesan tersirat di dalam karya sastra itu sendiri. Ketiga adalah sosiologi pembaca, dimana aspek yang dilihat adalah dampak sosial bagi pembaca sebuah karya sastra.

Hubungan antara karya sastra dengan masyarakat juga dapat di tinjau dari berbagai cara, beberapa diantaranya adalah hal-hal yang bersangkutan dengan sastra diberi aturan dengan jelas, tetapi diteliti dengan metode-metode dari ilmu sosiologi. Tentu saja ilmu sastra dapat mempergunakan hasil sosiologi sastra, khususnya bila ingin meniti persepsi para pembaca.. Hubungan antara  (aspek-aspek ) teks sastra dan susunan masyarakat sejauh mana system masyarakat serta jaringan sosial dan karyanya, melainkan juga menilai pandangan pengarang.

 

Sosiologi sastra merupakan kajian ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat , mengenai lembaga dan proses sosial . Sosiologi mengkaji struktur sosial dan proses sosial termasuk didalamnya perubahan-perubahan sosial yang mempelajari lembaga sosial. agama, ekonomi, politik dan sebagainya secara bersamaan dan membentuk struktur sosial guna memperoleh gambaran tentang cara­-cara manusia menyesuaikan diri dengan lingkungannya, mekanisme kemasyarakatan dan kebudayaan. Sastra sebagaimana sosiologi berurusan dengan manusia ; karena keberadaannya dalam masyarakat untuk dinikmati dan dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri. Sastra sebagai lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya karena bahasa merupakan wujud dari ungkapan sosial yang menampilkan gambaran kehidupan.

 

Menurut Wolf terjemahan Faruk mengatakan, “Sosiologi kesenian dan kesusastraan merupakan suatu disiplin ilmu yang tanpa bentuk; tidak terdefinisikan dengan baik , terdiri dari sejumlah studi empiris dan berbagai percobaan pada teori yang agak lebih general; yang masing-masing hanya mempunyai kesamaan dalam hal bahwa semuanya berurusan dengan antara seni dan kesusasteraan dengan masyarakat”

 

Di dalam kajian sosiologi sastra, terdapat juga bermacam-macam pemikiran. Salah satunya adalah sosiologi marxis. Marxis mempunyai pemikiran mengenai kesetaraan dalam masyarakat, dimana tidak ada tuan tanah, sehingga hak-hak seluruh masyarakat adalah sama. Di dalam kajian sastra, pemikiran marxis tersebut dapat diaplikasikan menggunakan sosiologi marxis, dimana di dalam karya sastra tersebut terdapat pesan-pesan yang ditujukan oleh pengarang kepada pembaca mengenai pemikiran marxis tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s