Sosiologi sastra Itu ?????

Oleh : Febri Irdian

Sebelumnya mari kita mengenal apa itu Sosiologi,Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan kemasyarakatan umum yang merupakan hasil terakhir daripada perkembangan ilmu pengetahuan. Sosiologi lahir pada saat-saat terakhir perkembangan ilmu pengetahuan, oleh karena sosiologi didasarkan pada kemajuan-kemajuan yang telah dicapai ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Selanjutnya Camte berkata bahwa sosiologi dibentuk berdasarkan pengamatan dan tidak pada spekulasi-spekulasi perihal keadaan masyarakat dan hasil- hasil observasi tersebut harus disusun secara sistematis dan motodologis (Suekanto, 1982: 4 ).

Sementara Itu Karya sastra tidak mungkin jatuh dari langit ,pasti ada sesuatu hal yang melatar belakanginya,  Konsep sosiologi sastra didasarkan pada dalil bahwa karya sastra ditulis oleh seorang pengarang, dan pengarang merupakan a salient being, makhluk yang mengalami sensasi-sensasi dalam kehidupan empirik masyarakatnya. Dengan demikian, sastra juga dibentuk oleh masyarakatnya, sastra berada dalam jaringan sistem dan nilai dalam masyarakatnya.

Dari kesadaran ini muncul pemahaman bahwa sastra memiliki keterkaitan timbal-balik dalam derajat tertentu dengan masyarakatnya; dan sosiologi sastra berupaya meneliti pertautan antara sastra dengan kenyataan masyarakat dalam berbagai dimensinya, Sederhannya Karya sastra adalah cerminan masyarakat ,yang mana pembaca seakan akan masuk dan mendalami dunia dengan membaca karya sastra dan dunia yang di baca tersebut di buat oleh pengarang pasti atas dasar apa yang dia alami dalam kehidupan nyata si pengarah terlepas dari sedikit imajinasi dan pemikiran sang pengarah tersendiri tentu apa yang di gambarkan “biasanya adalah sebagian besar kenyataan yang di alami”

Sastra dapat dipandang sebagai  suatu gejala sosial. Sastra yang ditulis pada suatu kurun waktu tertentu langsung berkaitan dengan norma-norma dan adat istiadat zaman itu. Pengarang mengubah karyanya selaku seorang warga masyarakat pula ( Luxenburg, Bal, dan Willem G. W. terjemahan Dick Hartoko. 1084: 23 ).Lebih lanjut dikatakan bahwa hubungan antara sastra dan masyarakat dapat diteliti dengan cara:

  1. Faktor – faktor di luar teks, gejala kontek sastra, teks itu tidak ditinjau. Penelitian ini menfokuskan pada kedudukan pengarang dalam masyarakat, pembaca, penerbitan dan seterusnya. Faktor-faktor konteks ini dipelajari oleh sosiologi sastra empiris yang tidak dipelajari, yang tidak menggunakan pendekatan ilmu sastra.
  2. Hal-hal yang bersangkutan dengan sastra diberi aturan dengan jelas, tetapi diteliti dengan metode-metode dari ilmu sosiologi. Tentu saja ilmu sastra dapat mempergunakan hasil sosiologi sastra, khususnya bila ingin meniti persepsi para pembaca.
  3. Hubungan antara  (aspek-aspek ) teks sastra dan susunan masyarakat sejauh mana system masyarakat serta jaringan sosial dan karyanya, melainkan juga menilai pandangan pengarang.

Pendekatan sosiologi sastra jelas merupakan hubungan antara satra dan masyarakat,  literature is an exspreesion of society, artinya sastra adalah ungkapan perasaan masyarakat. Maksudnya masyarakat mau tidak mau harus mencerminkan dan mengespresikan hidup (  Wellek and Werren, 1990: 110 ).

 

Dalam Sosiologi sastra terdapat 3 jenis pendekatan , Sosiologi sebagai suatu pendekatan terhadap karya sastra yang masih mempertimbangkan karya sastra dan segi-segi sosial Wellek dan Warren (1956: 84, 1990: 111) membagi sosiologi sastra sebagai berikut:

  1. Sosiologi pengarang, profesi pengarang, dan istitusi sastra, masalah yang berkaitan di sini adalah dasar ekonomi produksi sastra, latar belakang sosial status pengarang, dan idiologi pengarang yang terlibat dari berbagai kegiatan pengarang di luar karya sastra, karena setiap pengarang adalah warga masyarakat, ia dapat dipelajari sebagai makhluk sosial. Biografi pengarang adalah sumber utama, tetapi studi ini juga dapat meluas ke lingkungan tempat tinggal dan berasal. Dalam hal ini, informasi tentang latar belakang keluarga, atau posisi ekonomi pengarang akan memiliki peran dalam pengungkapan masalah sosiologi pengarang (Wellek dan Warren,1990:112)
  1. Sosiologi karya sastra yang memasalahkan karya sastra itu sendiri yang menjadi pokok penelaahannya atau apa yang tersirat dalam karya sastra dan apa yang menjadi tujuannya. Pendekatan yang umum dilakukan sosiologi ini mempelajari sastra sebagai dokumen sosial sebagai potret kenyataan sosial. (Wellek dan Warren, 1990:122). Beranggapan dengan berdasarkan pada penelitian Thomas Warton (penyusun sejarah puisi Inggris yang pertama) bahwa sastra mempunyai kemampuan merekam ciri-ciri zamannya. Bagi Warton dan para pengikutnya sastra adalah gudang adat-istiadat, buku sumber sejarah peradaban.
  2. Sosiologi sastra yang memasalahkan pembaca dan dampak sosial karya sastra, pengarang dipengaruhi dan mempengaruhi masyarakat; seni tidak hanya meniru kehidupan, tetapi juga membentuknya. Banyak orang meniru gaya hidup tokoh-tokoh dunia rekaan dan diterapkan dalam kehidupannya.

satu di antaranya yang saya gunakan adalah Sasiologi sastra yang memasalahkan karya sastra itu tersendiri, Sosiologi karya sastra yang memasalahkan karya sastra itu sendiri yang menjadi pokok penelaahannya atau apa yang tersirat dalam karya sastra dan apa yang menjadi tujuannya. Pendekatan yang umum dilakukan sosiologi ini mempelajari sastra sebagai dokumen sosial sebagai potret kenyataan sosial. (Wellek dan Warren, 1990:122).

Beranggapan dengan berdasarkan pada penelitian Thomas Warton (penyusun sejarah puisi Inggris yang pertama) bahwa sastra mempunyai kemampuan merekam ciri-ciri zamannya.

Selain itu sastra terkadang juga sebagai saksi sejarah yang mana apa yang ada dalam cerita atau tokoh-tokoh yang ada entah itu cerpen atau novel sebenarnya adalah sebuah sejarah yang ingin sang pengarag sampaikan kepada pembaca lewat unsur-unsur yang ada di dalam karya sastra itu sendiri

Seperi contohnya adalah novel Ronggeng Dukuh paruk karya Ahmad Tohari yang menjadi penjelasan atas sejarah 1966 lewat simbol tokoh Rasus dan srintil,dari sana kita dapat menghubungkan dengan sebuah permasalahan yaitu sosiologi sastra sebagai kritik sosial yang secara tersirat menyindir pembaca sekaligus memberi wawasan akan sebuah pengetahuan baru akan Tragedi tersebut

Di dunia nyata segala hal yang sedikit saja berhubungan dengan PKI pasti langsung di bumi hanguskan tanpa melewati peradilan dan status hukum yang tetap dan itu tergambar dari peristiwa yang ada dalam novel bagaiman desa tempat tinggal Srintil dan Rasus  di hancurkan dan semua orang ditangkap serta ada yang langsung di bunuh karna di anggap sebagai simpatisan PKI karna ada seorang tokoh PKI yang tinggal di sana dan banyak memberikan bantuan kepada desa tersebut

Dalam hal ini sosiologi sastra dapat berperan penting dalam mengungkapkan makna tersembunyi dalam karya sastra yang dalam hal ini adalah novel ronggeng dukuh paruk sehingga dapat mencakup, sastra sebagai pengingat dan pengungkap sejarah,serta kritik sosial atas apa yang terjadi pada zaman tersebut.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s