Naswati (2125140270)

2 SIS

             Sastra merupakan cerminan kehidupan masyarakat, sehingga ada yang terdapat dalam sastra adalah realitas sosial. AA Navis menggunakannya untuk mengkritik masyarakat dalam cerpennya berjudul Robohnya Surau Kami. Surau adalah tempat ibadah umat Islam. AA Navis sengaja menyematkan kata surau sebagai simbol dari manusia yang taat menyembah Tuhan.

Cerpen ini memiliki cerita yang sangat sederhana namun menyiratkan pesan yang dalam. Cerita dimulai dari  penggambaran letak desa dimana surau berdiri tepat diujung desa. Tokoh aku menceritakan tentang garin (penjaga surau) yang biasanya dipanggil Kakek, dia dikenal alim karena begitu taat beribadah. Suatu hari dia marah pada Ajo Sidi. Pria yang terkenal dengan bualannya. Ajo Sidi menceritakan tentang Haji Saleh yang taat beribadah dimasukan oleh Tuhan ke Neraka. Haji Saleh beserta teman-temannya mengugat keputusan Tuhan. Haji Saleh memimpin dan berpidato kepada Tuhan:

‘O, Tuhan kami yang Mahabesar. Kami yang menghadap-Mu ini adalah umat-Mu yang paling taat beribadat, yang paling taat menyembahmu. Kamilah orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu, memuji-muji kebesaranMu,mempropagandakan keadilan-Mu, dan lain-lainnya.

Kitab-Mu kami hafal di luar kepala kami. Tak sesat sedikitpun kami membacanya. Akan tetapi, Tuhanku yang Mahakuasa setelah Engkau panggil kami kemari, Engkau memasukkan Kami ke neraka. Maka sebelum terjadi hal-hal yang tak diingini, maka di sini, atas nama orang-orang yang cinta pada-Mu, kami menuntut agar hukuman yang

Kaujatuhkan kepada kami ke surga sebagaimana yang Engkau janjikan dalam Kitab-Mu.’

 

Terjadi dialog percakapan panjang antara Haji Saleh dan Tuhan. Tuhan memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang kondisi sosial keluarga dan masyarakat disekitar Haji Saleh. Sehingga akhirnya Tuhan mengemukakan alasannya, pada kutipan berikut:

‘Tidak. Kesalahan engkau, karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat sembahyang. Tapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak isterimu sendiri, sehingga mereka itu kucar-kacir selamanya. Inilah kesalahanmu yang terbesar, terlalu egoistis. Padahal engkau di dunia berkaum, bersaudara semuanya, tapi engkau tak mempedulikan mereka sedikit pun.’

Mendengar cerita dari Ajo Sidi membuat Kakek tersindir karena mereka memiliki kesamaan. Sudah bersusah payah untuk memuji Tuhan serta melakukan semua kebaikan akhirnya tetap masuk neraka. Akibat melupakan kewajibannya dengan keluarga dan masyarakat. Kakek yang terpengaruh memutuskan bunuh diri. Padahal Ajo Sidi juga termasuk orang yang lebih mementingkan pekerjaan dibandingkan ibadah.

 

AA Navis berhasil menyindir tatanan kehidupan masyarakat lewat ketika aspek tokoh dalam cerita yaitu, Kakek, Haji Saleh dan Ajo Sidi. Pada awal cerita AA Navis jelas-jelas menjabarkan kondisi surau setelah Kakek meninggal, sudah tidak diperdulikan oleh penduduk sekitar.

Jika Tuan datang sekarang, hanya akan menjumpai gambaran yang mengesankan suatu kesucian yang bakal roboh. Dan kerobohan itu kian hari kian cepat berlangsungnya. Secepat anak-anak berlari di dalamnya, secepat perempuan mencopoti pekayuannya. Dan yang terutama ialah sifat masa bodoh manusia sekarang, yang tak hendak memelihara apa yang tidak di jaga lagi. Dan biang keladi dari kerobohan ini ialah sebuah dongengan yang tak dapat disangkal kebenarannya.

Pergeseran sosial masyarakat pada cerpen Robohnya Surau Kami menjadi gambaran betapa orang yang dikenal alim juga harus menyeimbangkan kehidupan ibadah dan kerja. Manusia harus menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhiratnya karena Tuhan menyuruh manusia untuk berdoa dan bekerja keras. Nilai tersirat digambarkan lewat ketidakpedulian penduduk yang mulai meninggalkan hal-hal tradisional dan memilik modern. Sehingga tatanan sosial berubah semakin cepat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s