Oleh: Ilham Fauzie

            Kisah cinta adalah kisah yang paling digemari masyarakat. Apa pun yang berbau cinta, pasti dilirik. Cinta bisa dijual, cinta bisa laku di pasaran. Lagu-lagu cinta yang mendayu-dayu laku di pasaran. Film-film bertema cinta sukses menarik penonton. Prosa-prosa populer bertema cinta digemari pembaca. Kebanyakan tujuan dari karya-karya bertema cinta adalah hanya sebagai pelipur lama, untuk menghibur penikmatnya.

Awal dan Mira adalah drama yang berumur cukup tua, diterbitkan pada tahun 1949. Drama ini bercerita tentang kisah cinta Awal dan Mira. Mira adalah seorang gadis penjaga kedai kopi yang cantik dan banyak disenangi oleh pengunjung. Laki-laki datang ke kedainya untuk melihat dan menggoda Mira sambil minum kopi. Namun, Mira adalah perempuan yang memiliki prinsip dalam menghadapi laki-laki. Sementara itu Awal sangat mencintai Mira, begitu besar cinta Awal terhadap Mira. Segala hal Awal lakukan untuk meluluhkan hati Mira. Namun, Mira tidak pernah menghiraukannya, ia bahkan tidak pernah beranjak dari tempatnya sebagai kasir.

 

Awal merupakan orang yang bosan dengan keadaan bangsanya. Dalam setiap percakapannya yang selalu mengkritik tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan negaranya. Awal selalu menyebut badut-badut kepada mereka yang berbicara tentang negaranya. Karena kondisi kejiwaan Awal, Awal mampu berbicara berlebihan dalam mengungkapkan cintanya pada Mira. Awal adalah keturunan Menak yang dianggap mengalami tekanan kejiwaan ketika berada di zaman perang. Karena itu pula Awal cukup cerdas dan terampil dalam berbahasa, juga mempunyai kemampuan dalam memberikan tanggapan terhadap berbagai persoalan-persoalan.

Mira, seorang cantik jelita penjaga kedai kopi yang selalu enggan digoda oleh para laki-laki yang berkunjung ke kedainya, bahkan seorang Awal pun dengan segala gombalannya. Pendiriannya teguh, hidupnya hanya untuk menjaga kedai kopi. Dari dialog naskah bisa dilihat bahwa Mira pun bukan seorang penjual kopi yang polos, Mira tahu bagaimana menanggapi ucapan-ucapan lawan bicaranya dengan baik. Pada akhir cerita, semakin jelas bahwa Mira bukan perempuan yang biasa-biasa saja. Mira bisa menganggap Awal mencintai orang lain melebihi cintanya kepada diri sendiri, menganggap kelakuan Awal seperti seorang badut lebih dari kelakuan orang-orang yang Awal namakan badut. Yang setelah itu Mira mengaku cinta kepada Awal tapi Mira tidak bisa bersama Awal karena Mira tidak percaya cinta Awal padanya akan melebihi cinta Awal pada dirinya sendiri. Dan baru diketahuilah bahwa Mira ternyata korban peperangan yang harus kehilangan dua kakinya.

Dilihat dari cerita, drama ini memang jelas drama percintaan tentang dua insan yang tak bisa bersatu. Tapi apakah mungkin pada tahun 1950an, maksud Utuy Tatang Sontani menulis naskah ini untuk menghibur pembaca? Apakah seorang Utuy Tatang Sontani yang pernah diutus oleh pemerintah Indonesia pada 1958 sebagai salah seorang wakil Indonesia dalam Konferensi Pengarang Asia-Afrika di Uzbekistan menulis naskah Awal dan Mira hanya sebagai drama pelipur lara? Saya kira tidak.

Karya sastra diciptakan oleh sastrawan untuk dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Sastrawan itu sendiri adalah anggota masyarakat; ia terikat oleh status sosial tertentu. Sastra adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium; bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan; dan kehidupan sendiri itu adalah suatu kenyataan sosial. [1]. Jadi, sastra adalah pantulan batin dan hubungan masyarakat yang terjadi pada diri seseorang. Dengan uraian tadi, saya di sini hanya memaknai apa yang ingin disampaikan Utuy tentang Awal dan Mira. Yang bisa saya tangkap, Awal mencerminkan bangsa Indonesia yang mengalami masa susah setelah perang. Negara Indonesia adalah negara yang kaya raya dan memungkinkan dapat memakmurkan seluruh rakyatnya. Namun, perang mengakibatkan semua kepunyaan yang dimiliki negara menjadi tidak ada guna.

Semangat Awal dalam meraih cinta Mira mencerminkan semangat bangsa Indonesia untuk mendapatkan kembali kejayaan bangsanya. Tapi ketika Awal telah berhasil meraih cinta Mira, Awal terpukul karena menerima kenyataan bahwa Mira adalah perempuan yang cacat berkaki buntung. Cantik dari atas, tapi dari bawah cacat. Hal ini disebabkan perang selalu meninggalkan akibat yang buruk. Perjuangan bangsa Indonesia memperjuangkan kemerdekaan dari penjajah pada akhirnya tidak berakhir baik. Deskripsi tubuh Awal yang kurus dan lemah dapat dimaknai bahwa bangsa Indonesia saat mempunyai semangat begitu tinggi namun tidak mampu berbuat yang lebih dalam mencapai tujuan.

Yang saya dapat diambil  dari tokoh Mira adalah bahwa negara Indonesia adalah negara yang penuh dengan kekayaan dan keindahan. Tapi dibalik kekayaan dan keindahan itu ada sebuah cacat. Bangsa Indonesia terjajah. Cacat yang dialami Mira akibat peperangan memberikan gambaran yang jelas bahwa perang selalu menimbulkan luka yang membekas. Paras cantik Mira yang menjadi pusat perhatian pembeli dapat saya maknai sebagai bangsa yang sangat digemari oleh bangsa lain. Selain itu, Mira dan kedai kopi menurut saya adalah sebuah ikatan. Jika Mira ibarat sebuah bangsa, maka kedai kopi itu adalah tempat sebuah bangsa menetap, yaitu negara. Kedai kopi adalah ibarat negara Indonesia yang selalu dikunjungi bangsa lain untuk melihat keindahannya, dari hanya yang senang melihat, kagum, sampai ada yang ingin menguasai.

Awal dan Mira adalah sebuah kritik sosial yang dikemas dengan drama percintaan. Memang, negara Indonesia ini tidak seindah yang dilihat bukan?

[1] Sapardi Djoko Damono, Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas, (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1978), hlm. 1.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s