Oleh: Muhammad Bismo P.Y.

 

Pendidikan merupakan hal penting yang dibutuhkan oleh semua orang untuk melalui kehidupan yang berat ini. Dengan pendidikan, Anda dapat menaikkan derajat Anda di mata masyarakat. Dengan pendidikan pula, Anda dapat naik kelas sosial. Kira-kira begitulah yang kebanyakan orang katakan.

Pendidikan berasal dari kata didik, yang artinya memelihara dan memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Dan pendidikan menurut kbbi artinya adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Jika menyebut kata pendidikan, kemungkinan kita akan berpikir tentang sekolah. Karena di sekolah lah biasanya kita mendapatkan pendidikan. Di sekolah kita mendapat pendidikan, dengan harapan ilmu yang kita dapatkan selama dididik di sekolah akan bermanfaat nantinya. Namun, apa benar kita mendapatkan pendidikan yang bermanfaat di sekolah?

Pendidikan tidak hanya bisa kita dapatkan dari sekolah, pendidikan juga bisa kita dapatkan dari masyarakat dan keluarga. Karena pada dasarnya, lingkungan pendidikan itu ada tiga yaitu pendidikan lingkungan keluarga, pendidikan lingkungan sekolah, dan pendidikan lingkungan masyarakat. Pendidikan lingkungan keluarga adalah pendidikan yang kita dapatkan dari keluarga kita. Pendidikan lingkungan sekolah adalah pendidikan yang kita dapatkan dari sekolah. Dan pendidikan lingkungan masyarakat adalah pendidikan yang kita dapatkan dari masyarakat.

 

Di dalam novel ini diceritakan bahwa sang tokoh yang bernama Rama adalah seorang siswa SMA. Dia bersekolah di SMA Lazuardi. Dia berkata bahwa sekolahnya adalah tempat sampah bagi semua kotoran dan kebusukan dunia. Di sekolah lah dia pertama kali mengenal hampir semua kata-kata kotor, umpatan, dan makian. Di sana lah dia pertama kali berkelahi dan mencoba-coba jadi jagoan. Di sana dia diperkenalkan oleh teman-temannya pada video porno. Dia juga diajari merokok dan terkadang melinting ganja, minum-minum, sesekali mencoba “obat-obatan”. Di sekolah, orang-orang dipanggil dengan nama binatang. Di sana, orang tua mereka tak ada harganya, dicaci maki dan dilecehkan. Dan guru-guru mereka kebanyakan munafik dan menyebalkan, karena mereka mengajarkan kebaikan-kebaikan tetapi tidak pernah mencontohkan dalam tindakan keseharian. Rama merasa tertekan dengan kehidupan sekolah yang ia jalani. Dia benar-benar membenci sekolah, tetapi ia tak punya pilihan lainnya. Ia terpaksa ikut tawuran agar tidak dianggap banci oleh teman-temannya. Hingga suatu saat ia harus kehilangan satu kakinya karena kecalakaan saat lari dari polisi dalam tawuran.

Dia tentunya merasakan penyesalan yang sangat dalam, karena bukan hanya kehilangan kakinya, sebelumnya ia juga harus kehilangan seorang temannya yang tewas dalam tawuran. Pendidikan seharusnya berfungsi untuk membaikkan pekerti dan meluhurkan akal-budi. Namun pada kenyataannya yang ada justru kebalikannya. Hanya keburukan yang ada di sana.

Apabila dikaji dengan sosiologi sastra yang dilihat dari sosiologi karya sastra itu sendiri, maka dapat kita lihat bahwa novel itu memang menggambarkan realitas yang ada pada masyarakat. Karena memang benar bahwa yang terjadi di masyarakat seperti itu. Tawuran yang sering dilakukan oleh anak-anak SMA bahkan SMP. Dan bagaimana video porno, rokok, “obat-obatan” beredar di kalangan pelajar. Itu semua memang benar adanya. Dan tujuan dari novel ini menurut saya adalah untuk menyadarkan kita, bahwa dunia pendidikan kita sungguh sangat mengkhawatirkan. Kita harus membenahinya sesegera mungkin. Karena pelajar-pelajar ini akan melahirkan calon-calon pemimpin bangsa. Apa jadinya bangsa ini jika calonnya seperti itu. Sekali lagi, kita harus memperbaiki sitem pendidikan ini.

“Demikianlah kisahku tentang sekolah. sekolahku. Barangkali aku memang sudah lulus dan bebas dari semua itu. Tapi aku percaya, pelajar-pelajar lainnya masih butuh pertolongan. Cepat tolong mereka. Selamatkan jiwa-jiwa mereka. Sebelum semuanya terlambat” – Rama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s